30 Tenaga Medis di Gunungkidul yang Reaktif Corona Akan Diisolasi

30 orang tenaga medis di wilayah Gunungkidul dinyatakan reaktif dalam rapid test COVID-19 massal beberapa hari yang lalu. Saat ini mereka menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing dan tetap dalam kondisi baik. Mereka sebagian besar memang berasal dari tenaga medis di puskesmas-puskesmas.
Hanya saja, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana akan melakukan karantina atau isolasi bagi tenaga medis yang dinyatakan reaktif dalam rapid test tersebut di wisma Wanagama. Mereka akan bersama-sama dengan warga yang lain dalam karantina di Wisma Wanagama tersebut.
Hanya saja, untuk kebijakan tersebut memang tidak ada pemaksaan kepada tenaga medis tersebut. Mereka tetap mempersilahkan kepada tenaga medis yang tetap menginginkan untuk melakukan isolasi atau karantina mandiri di rumah masing-masing. Namun jika menginginkan untuk isolasi di Wanagama maka dipersilahkan untuk berangkat ke wisma di Desa Banaran Kecamatan Playen tersebut.
"Kita tidak memaksa, jadi boleh karantina di rumah atau memilih di wisma," ujarnya, Selasa (19/5/2020).
Pihaknya memang tidak melakukan pemaksaan untuk mengkarantina atau isolasi tenaga medis tersebut. Pasalnya, juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Gunungkidul ini percaya jika tenaga medis bisa dipercaya mampu melakukan karantina atau isolasi mandiri dengan baik.
Dewi menambahkan, para tenaga medis tersebut sangat memahami protokol pencegahan penyebaran COVID-19 dengan baik. Sehingga ketika melakukan isolasi atau karantina secara mandiri maka tentu akan mengetahui dengan baik rambu-rambu apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilaksanakan.
"Kita berharap nanti hasil swabnya negatif semua," harapnya.
Kendati sebanyak 30 tenaga medis dari Puskesmas menjalani karantina mandiri setelah dinyatakan reaktif dalam rapid test, namun pihaknya memastikan layanan Puskesmas tidak terganggu. Hingga saat ini, semua Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul tetap beroperasi normal.
Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 tetap dilaksanakan di Puskesmas-puskesmas dan seluruh rumah sakit di Gunungkidul. Penyemprotan desinfektan, wajib menggunakan masker, hand sanitery ataupun mencuci tangan terus diwajibkan kepada seluruh pengunjung dan tenaga medis.
"Operasional Puskesmas tetap normal baik yang 24 jam ataupun bukan," tambahnya.
