Ada 4 'Jalur Tengkorak' di Gunungkidul, Pemudik Harus Waspada

Gunungkidul menjadi salah satu daerah terpadat yang akan dilalui kendaraan. Selain dikenal sebagai daerah kantong pemudik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gunungkidul juga menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka di wilayah ini.
Ribuan kendaraan diperkirakan akan memadati kawasan ini pada musim mudik dan libur lebaran ini. Padahal, Gunungkidul juga dikenal banyak memiliki daerah rawan kecelakaan.
Tanjakan yang juga diwarnai dengan tikungan-tikungan tajam akan menyambut pemudik ataupun wisatawan yang melalui Gunungkidul. Pengguna jalan terutama dari luar kota, harus ekstra waspada ketika memasuki Kabupaten di paling ujung tenggara DIY ini.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko menuturkan, karena kondisi jalan yang menikung dan sering diwarnai dengan tanjakan mengakibatkan angka kecelakaan di Gunungkidul.
Para pemudik harus ekstra hati-hati terutama di empat 'jalur tengkorak' rawan kecelakaan. Empat 'jalur tengkorak' ini selama ini menjadi penyumbang terbanyak lokasi kecelakaan di Gunungkidul.
"Di hari biasa saja kecelakaan di jalur ini cukup banyak. Makanya lebaran kali ini menjadi perhatian serius kami," ujarnya, Sabtu (9/6).
Mega menyebutkan, empat jalur tengkorak yang rawan kecelakaan tersebut di antaranya Jalan Wonosari-Jogja, khususnya di kawasan Rest area Bunder, dan juga kawasan desa putat, jalan Patuk-Playen.
Jalur lain adalah jalan Baron, tepatnya di kawasan Mulo, dan kawasan Mijahan di jalan Wonosari-Semanu. Pihaknya akan menempatkan petugas untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Kondisi geografis Kabupaten Gunungkidul yang memang didominasi area perbukitan memang harus diwaspadai oleh pengguna jalan. Kombinasi jalan yang menikung dengan tanjakan memang membutuhkan pengemudi yang harus selalu ekstra hati-hati dan juga kondisi kendaraan harus selalu prima.
"Tak sedikit pula yang mobilnya terperosok ditanjakan akibat tak menguasai medan," ucapnya. (erl)
