Konten Media Partner

47 Komunitas Lintas Iman Berkumpul, Pemkab: Sleman Rumah Bersama

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak muda dari berbagai komunitas lintas iman berkumpul bersama di Desa Brayut, Sleman Minggu (30/10/2022). Foto: Sandra/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Anak muda dari berbagai komunitas lintas iman berkumpul bersama di Desa Brayut, Sleman Minggu (30/10/2022). Foto: Sandra/Tugu Jogja

Keberadaan kaum muda menjadi salah satu penentu penting bagi kehidupan bangsa dan juga bermasyarakat. Tak mengenal dari ras apa atau agama maupun kepercayaan apapun, orang muda diharapkan turut serta bertanggung jawab menjaga keutuhan NKRI.

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk bisa merajut Kebhinekaan di tengah perbedaan agama dan kepercayaan. Salah satunya terjadi di Sleman, Yogyakarta baru-baru ini. Sekira 80 orang yang datang dari 47 komunitas lintas iman bisa bersatu dengan akrab dan membahas berbagai isu terkini serta melakukan kegiatan srawung bersama.

Sekira 80 orang tersebut disatukan dalam sebuah Joglo sederhana yang berusia 200 tahun. Tepatnya di eks Kantor Kelurahan Brayut di tahun 1940-1943 yang kini menyandang sebagai lokasi cagar budaya. Meski hanya beratap ruangan sederhana, nyatanya semangat para pemuda yang terdiri dari lintas iman itu tak padam.

Melalui acara bertajuk Srawung Pemuda Lintas Iman ini orang muda dari berbagai agama berjumpa, bercerita, dan berencana untuk membangun karsa dan karya bersama dengan harapan bisa berani bergaul dan berperan serta talang berkat-Nya yang memberi kesejukan dan kedamaian bagi semakin banyak orang, baik di Yogyakarta maupun Indonesia.

Kaum muda dari berbagai komunitas lintas iman saat melepas ikan di sungai sebagai upaya lestarikan alam, Minggu (30/10/2022). Foto: Sandra/Tugu Jogja

Kegiatan yang digagas oleh Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Yogyakarta Barat (HAK KYBAR) selama 2 hari pada 29 hingga 30 Oktober 2022 diisi dengan kegiatan yang menjalin keakraban dari kegiatan api unggun, tarian, permainan tradisional dan kegiatan pelepasan ikan di kali. Tak hanya sekedar ajang kumpul-kumpul acara bertajuk Srawung Pemuda Lintas Iman ini juga membahas hal berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Terdapat tiga hal penting yang didalami yaitu Sarasehan Literasi Digital, Kepedulian Terhadap Lingkungan Alam Ciptaan dan Bedah Budaya. Masing-masing pembahasan tersebut diharapkan bisa menguatkan peserta semakin berani bergaul dan berperan di dunia digital, peduli pada lingkungan hidup dan tetap mencintai kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, acara ini ingin membantu orang muda untuk semakin berjejaring. Sehingga semakin luas jejaring yang dibangun maka semakin luas pula peran keterlibatan orang muda di tengah masyarakat dan bisa memberi dampak yang lebih besar.

Kaum muda dari berbagai komunitas lintas iman dikenalkan dengan permainan tradisional, bakiak, Minggu (30/10/2022). Foto: Sandra/Tugu Jogja

Romo Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang Rm Eduardus Didik Cahyono SJ mengatakan kegiatan ini sudah berjalan sejak 2014. Meski telah beberapa kali berganti tagline dan kini lebih menitikberatkan pada kegiatan yang menyasar kaum muda, nyatanya komitmen mereka menjunjung kebangsaan melalui kolaborasi kehidupan beragama tak berganti.

"Pantas kita mendukung dan melestarikan komitmen Keuskupan Agung Semarang bagaimana kita sebagai bagian bangsa dan negara Republik Indonesia turut bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan negara," ungkapnya di Desa Wisata Brayut, Sleman, Yogyakarta, Minggu (30/10/2022).

Asekda Bidang Pemerintahan & Kesra Kabupaten Sleman mewakili Bupati Sleman juga turut mengamini tujuan besar acara Srawung Pemuda Lintas Iman ini digelar. Besar harapannya agar Kabupaten Sleman ini bisa menjadi rumah bersama yang merajut kerukunan umat beragama.

Doa bersama temu orang muda komunitas lintas iman di Desa Brayut, Sleman, Minggu (30/10/2022). Foto: Sandra/Tugu Jogja

"Kita menggarisbawahi menjadikan Sleman rumah seluruh warga. Acara seperti ini merajut Kebhinekaan bagaimana kita saling tukar hati," tutur HY Aji Wulantara.

Kegiatan ini turut pula dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian Agama serta perwakilan Pemda Kabupaten Sleman, Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat, Ketua Umum HAK Keuskupan Agung Semarang dan Kepala Unit Pengembangan Pastoral Kaum Muda Keuskupan Agung Semarang.

Selain itu turut pula hadir Kemenag Kepala Bimas Katolik DIY Bapak Kristoforus Sinsellius dan Romo Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang Rm Eduardus Didik Cahyono SJ.