5 Tips Mahir Beatbox ala Reeps One

Bagi sebagian orang awam, seni beatbox cukup rumit dilakukan. Walaupun hanya menghasilkan bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan bunyi lainnya dari alat ucap, tetap ada teknik khusus. Meskipun begitu, bukan tidak mungkin bagi kamu yang masih awam untuk mendalami beatbox dan memimimpikan ingin menjadi beatboxer ala Reeps One (Harry Yeff). Cara berikut ini bisa kamu ikuti agar kamu mahir beatbox
Mengenal Lagu-lagu yang Memuat Beatbox
Sebelum memulai beatbox, rupanya kamu harus tahu dulu soal lagu-lagu yang memuat beatbox di dalamnya. Tujuannya supaya kamu bisa mengenal bunyi-bunyi seperti apa saja yang bisa dihasilkan melalui mulut. Cara ini dipakai oleh salah satu anggota Beatbox Jogja (BeJo), Fauzan, saat kali pertama mengenal beatbox.
“Untuk awalnya kita harus tahu lagu-lagu zaman sekarang. Kayak EDM misalnya mungkin sebenarnya ada kayak dubstap, trap, dan lainnya. Sebagian besar musik-musik itu dikuasai dulu lah kayak gimana untuk pengenalan beatbox dulu” ujar Fauzan, ketua BeJo saat ditemui di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (25/8/2019).
Latihan Teknik Dasar
Setelah mengenal lagu-lagu dan suara seperti apa saja yang bisa dihasilkan dari mulut, selanjutnya adalah latihan teknik dasar. Di dalam beatbox, ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai yaknik menghasilkan bunyi b,t dan k. bunyi tersebut sebetulnya merupakan bunyi-bunyi dasar dari alat drum yang biasanya digunakan untuk bermusik. Kedengarannya mudah namun tidak bisa asal ucap.
“Didalam beatbox teknik dasarnya itu ada b, t, sama k. Disamain suara kayak yang ada di drum ada b, t, sama k” katanya.
Suara b di dalam drum disamakan seperti kick drum. Sedangkan t mirip suara hi hat. Kemudian yang terakhir adalah suara k yang mirip dengan snare.
Untuk membunyikan b, kamu harus menekan kedua bibir rapat-rapat. Setelah itu mulailah membunyikan BE dengan tekanan udara yang cukup kuat dari dalam hingga terdengar suara bass dari BE yang kamu ucapkan.
Setelah menguasai b, selanjutnya adalah t. Saat membunyikan t, suara yang dihasilkan kira-kira harus terdengar seperti tci-tci-tci.
Lalu yang terakhir suara k. ini merupakan salah satu teknik yang cukup rumit karena kamu harus memproduksi suara k seperti tertarik. Caranya seperti menarik udara diantara kedua bagian kanan dan kiri sela gigi dengan dihentakkan.
Terus Menerus Latihan Teknik Dasar
Sebagai seorang pemula, hal-hal mendasar seperti teknik beatbox harus sering dilatih. Tujuannya bukan hanya supaya tidak lupa teknik menghasilkan bunyi saja tetapi juga agar kamu semakin mahir. Rizky Zaulhaq anggota BeJo yang baru sebulan bergabung misalnya, dia belum lama menguasai beatbox namun masih sering berlatih teknik-teknik dasar.
“Teknik-teknik dasar harus dilatih setiap hari. Biar semakin lancar” ungkapnya.
Setelah mahir di teknik dasar, barulah memadukan B, T, dan K tadi dengan tempo dan membuat struktur beatnya.
Amati Dan Tirukan
Kebanyakan anggota BeJo mengaku mereka mempelajari beragam teknik lewat video-video beatboxer professional yang mereka lihat dari YouTube. Kebanyakan mereka akan melihat video teknik-teknik membunyikan bunyi-bunyi tertentu dan menirunya.
“Aku belajarnya dari YouTube. Lihat-lihat terus niruin” kata Fahmi.
Menurutnya belajar dari beatboxer professional itu bisa menambah wawasan bunyi-bunyi apa saja yang bisa dihasilkan lewat mulut. Satu lagi yang terpenting adalah jangan malu untuk belajar dan mencoba menirukannya meskipun awalnya belum menghasilkan bunyi yang sempurna.
Jaga Kondisi Badan dan Alat Ucap tetap Sehat
Karena beatbox adalah seni menghasilkan bunyi dengan mulut, maka kamu harus selalu menjaga kesehatan mulut. Kamu tidak akan mungkin bisa membunyikan suara dengan leluasa jika sedang dalam kondisi flu dengan hidung tersumbat atau bahkan sedang sakit gigi maupun sariawan.
“Sebenernya nggak ada pantangan apapun untuk beatbox. Yang penting jaga dirinya sendiri supaya nggak sakit. Soalnya kan misalnya pilek, sariawan, terus kita pakai hidung juga untuk pernapasan. Nah itu bisa ngganggu, suaranya bindeng. Apa lagi kalau sariawan itu bener-bener susah” pungkas Fahmi yang sudah berlatih beatbox sejak 2011. (Birgita/adn)
