50 Umat Buddha di Temanggung Gelar Puja Bakti untuk Sambut Waisak

Perayaan Waisak tahun 2020 diperingati secara berbeda oleh umat Buddha di Indonesia, dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana puncak acara digelar di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Hal ini karena adanya pandemi virus corona, maka perayaan dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat seperti dilakukan umat Buddha di Kabupaten Temanggung.
Umat Buddha di Dusun Kemiri, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung menyambut detik-detik Waisak 2564 BE/2020 dengan melaksanakan puja bakti di Wihara Avalokitesvara dengan jumlah umat terbatas.
Meski terbatas namun tidak mengurangi kesakralan ritual keagamaan tersebut, semua berjalan lancar.
"Biasanya kami mengikuti detik-detik Waisak di Candi Borobudur, namun tahun ini dilakukan di wihara dengan jumah umat terbatas, hanya sekitar 10 persen yang mengikuti puja bakti ini. Pelaksanaan detik-detik Waisak tidak seperti biasa karena lagi pandemi virus corona (COVID-19)," kata Sesepuh Wihara Avalokitesvara Suparmin, Jumat (8/5/2020).
Ia menuturkan puja bakti ini dilaksanakan sederhana pada Kamis (7/5/2020) malam dengan jumlah umat terbatas sekitar 50 orang. Pelaksanaan puja bakti dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada, antara lain jaga jarak 1 meter antar umat dan juga mengenakan masker dan mencuci tangan.
"Dalam puja bakti tadi juga mohon pada Tuhan Yang Maha Esa semoga wabah COVID-19 segera sirna dari dunia ini sehingga nanti semua masyarakat, semua makhluk bisa hidup dengan bahagia.
Waisak tahun ini mengusung tema 'Manfaat momentum Waisak untuk memajukan kesadaran Buddha Dharma dan pencerahan serta mengembangkan kebijaksanaan'.
Dikatakan Suparmin, antusias umat sebetulnya berkeinginan untuk bersama-sama mengikuti puja bakti namun karena pandemi COVID-19 sehingga umat juga menyadari. Karena ada protokol kesehatan dari pemerintah harus jaga jarak. Namun, meski dengan jumlah umat terbatas terpaksa juga menggunakan gedung PAUD dan dapur yang ada di samping wihara untuk puja bakti.
"Detik-detik Waisak yang berlangsung pada Kamis petang pukul 17.44 WIB ditandai dengan pemukulan lonceng dan dilanjutkan pembacaan doa-doa. Sebelumnya umat Buddha di Kaloran ini juga melakukan puja bakti, dilanjutkan dengan pradaksina dan memandikan rupang Sang Buddha. Sekali lagi kami berharap agar corona ini cepat berlalu,"katanya. (ari)
