500 Pedagang Pasar dan Pegawai Swalayan di Kulon Progo Jalani Rapid Test

Dinas Kesehatan Kulon Progo melaksanakan rapid test kepada masyarakat yang harus beraktivitas di tengah pandemi COVID-19. Mereka adalah masyarakat yang beresiko bertemu dengan orang lain dalam jumlah yang cukup banyak.
Kali ini, Dinas Kesehatan Kulon Progo melakukan rapid test kepada pedagang pasar tradisional dan pegawai toko swalayan. Kedua kelompok ini memang rentan karena wilayah kerja mereka rawan kerumunan dan datang dari berbagai kalangan. Mereka menyambut kegiatan itu untuk memastikan kondisi kesehatannya.
“Acaranya dua hari sama besok. Ini kami lakukan untuk memotong rantai penyebaran COVID-19,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami, Selasa (19/5/2020).
Rapid test ini dilakukan secara terbatas dengan kuota maksimal 500 orang. Selain pedagang dan pegawai, juga digelar untuk pengunjung, baik di Pasar Wates, Pasar Bendungan, Pasar Sentolo. Kemudian pengunjung di empat swalayan, yakni Toserba Sidoagung, Swalayan HW, Toserba WS dan Toko Busana Madyo.
Rapid test ini dilaksanakan di Puskesmas Wates, Puskemas Sentolo 2, Puskesmas Pengasih 1 dibantu Pengasih 2, serta UPT Labkesda Dinas Kesehatan Kulonprogo. Langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan untuk menekan penularan Covid-19. Belakangan ada klaster Indogrosir yang berkaitan dengan warga Kulonprogo.
"Pesertanya sudah dijadwalkan dan dilakukan secara bertahap. Selama pelaksanaan mereka wajib cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak," terangnya.
Jika nanti hasilnya reaktif, maka mereka wajib menjalani isolasi secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari ke depan. Namun jika non reaktif nantinya akan diuji sekali lagi pada awal Juni 2020 mendatang untuk memastikan kondisi mereka benar-benar aman dan sehat.
Salah satu pedagang Pasar Bendungan, Setya Yuli mengatakan tidak ada permasalahan dengan pelaksanaan rapid test ini. Selama bekerja di toserba tempatnya bekerja, sudah menerapkan protokol COVID-19. Mulai dari cuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak.
“Khawatir pasti ada, tetapi teman-teman kondisinya sehat,” ujarnya.
Pedagang lain, Daryati mengaku senang dengan adanya rapid test untuk mengetahui kondisinya. Selama pandemi Covid-19, dia hanya di rumah dan beraktivitas di pasar. Hanya saja di pasar, dia kerap bertemu dengan pembeli dari berbagai kalangan.
“Senang, biar kita tahu kondisi kita. Mudah-mudahan negatif karena hanya di rumah dan pasar,” ujarnya
