Konten Media Partner

6 Fakta soal Gempa yang Guncang Yogyakarta 13 Tahun Silam

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu bangunan di Yogyakarta yang roboh akibat gempa tahun 2006. Foto: adn.
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu bangunan di Yogyakarta yang roboh akibat gempa tahun 2006. Foto: adn.

Guncangan tanah yang dahsyat pada 27 Mei 2006 di Yogyakarta tak bisa dilupakan oleh sebagian besar masyarakatnya. Hari ini, tepat 13 tahun yang lalu, gempa berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang D.I.Yogyakarta. Berikut ini adalah 6 fakta soal gempa yang mengguncang Yogyakarta.

  1. Gempa Berlangsung Selama 57 detik

Ketika itu jarum jam belum genap menunjukkan pukul 06.00 WIB. Warga pun masih bersiap-siap untuk menjalani hari. Sekitar pukul 05.59 WIB, tanah di Yogyakarta berguncang begitu dahsyat. Suara gemuruh mengawali guncangan dahsyat kala itu. Selama 57 detik, tanah di Yogyakarta berguncang dan membuat sejumlah bangunan runtuh.

  1. BPBD Bantul Belum Terbentuk

Saat gempa terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul belum terbentuk. Sebagai gantinya, tim yang dikomandoi oleh Bupati Bantul bertugas menangani bencana di level kabupaten.

  1. Isu Tsunami Berhembus Kencang

Kekuatan gempa yang mencapai 5,9 magnitudo berhasil membuat panik masyarakat D.I.Yogyakarta kala itu. Bahkan, beberapa jam setelah gempa terjadi, isu tsunami berhembus dengan kencang. Warga yang tinggal di dekat pantai berusaha menyelamatkan diri dengan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di sisi utara Yogyakarta.

  1. Pusat Gempa di Bantul

Menurut Tim Geologi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, gempa yang mengguncang D.I.Yogyakarta berpusat di wilayah Potrobayan, Desa Srihardono, Pundong, Bantul dengan koordinat 7,962”LS dan 110,458”BT. Tak hanya di Yogyakarta, beberapa daerah di luar Yogyakarta juga merasakan getarannya.

Berdasarkan data dari Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, lokasi gempa berada di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km.

  1. Korban Tewas Berjumlah Ribuan

Berdasarkan data yang diambil dari BPBD Bantul, jumlah korban jiwa akibat gempa di wilayah Bantul mencapai 4.143 orang. Sedangkan total korban meninggal di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan tercatat lebih dari 5.782 orang.

  1. Fasilitas Umum dan Publik Rusak Parah

Sejumlah fasilitas umum roboh karena gempa yang guncang Yogyakarta 13 tahun lalu. Tak hanya itu, beberapa lokasi wisata dan fasilitas publik pun ikut rusak diterjang gempa berkekuatan 5,9 SR, di antaranya Mall Saphire Square (kini Lippo Plaza Yogyakarta), Candi Prambanan, Makam Imogiri, Bangsal Trajumas di Keraton Yogyakarta, Bandara Adisutjipto, dan masih banyak lagi. (asa/adn)