Konten Media Partner

6 Latihan Pernapasan untuk Atasi Rasa Sesak Pasca Terinfeksi COVID-19

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi latihan pernapasan. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi latihan pernapasan. Foto: pixabay

Salah satu keluhan orang yang positif corona adalah merasa sesak. Banyak orang yang menilai bahwa ketika merasa sesak maka diperlukan oksigen untuk membantu pernapasan.

Rasa sesak juga masih kerap dirasakan oleh mereka yang masih dalam masa pemulihan COVID-19. Ternyata, masyarakat bisa melatih pernapasan untuk membantu pernapasan tanpa bantuan oksigen.

"Ini sangat penting. Latihan pernapasan ini dikerjakan untuk pasien yang isolasi mandiri di rumah atau pun rawat inap," ujar Ika Trinawati, Ketua Tim Airborne Disease RSUP Dr Sardjito, dalam bincang virtual Jumat (23/7/2021).

Ika kemudian memaparkan mengenai enam jenis metode yang bisa dilakukan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani rehabilitasi ataupun pemulihan Covid-19.

1. Latihan pernapasan dengan mobilisasi duduk

Latihan ini biasa dilakukan oleh pasien yang lama berbaring di rawat inap. Sehingga perlu adanya latihan gerak di otot tangan dan kaki secara bertahap.

Metode ini pasien diminta untuk mengambil posisi duduk dari berbaring. Di mana kedua lutut di angkat, badan dimiringkan, lalu mengambil posisi duduk.

2. Relaksasi dan latihan gerak sendi bahu

Relaksasi ini juga biasa dilakukan pada pasien rawat inap yang lama berbaring. Sendi bahu menjadi sasaran untuk digerakkan dalam latihan pernapasan ini.

3. Mobilisasi dinding dada

Pasien diminta untuk duduk dan menggerakkan kedua tangannya. Gerakan pertama adalah mengangkat kedua tangan ke atas sambil menarik dan menghembuskan napas. Gerakan kadua adalah merentangkan kedua tangan. Terakhir adalah mengangkat salah satu tangan dan menarik ke arah berlawanan.

4. Deep breathing

Latihan deep breathing dilakukan dengan menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Teknik ini menggunakan pernapasan diafragma. Di mana saat menarik napas, otot perut menjadi kencang namun bahu tidak naik.

5. Latihan batuk

Pasien diminta untuk duduk dengan mencondongkan badan ke depan. Selanjutnya, menarik napas dan menghembuskan lewat mulut sebanyak 5 kali. Di tarikan napas terakhir, napas ditahan selama 2 detik. Lalu angkat bahu dan longgarkan dada serta batukkan dengan kuat.

4. Posisi tengkurap

Posisi tengkurap menjadi posisi yang penting untuk dilakukan pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Jika ada batuk atau sesak jangan panik, lakukan posisi tengkurap atau Prone Position. Bisa dilakukan masing-masing tiga puluh menit, bagi pasien isoman di rumah maupun rawat inap di rumah sakit," ujarnya.

Saat ini, kasus lonjakan COVID-19 di tanah air terus meningkat. Berdasarkan data resmi yang diterima per 23 Juli 2021, tercatat sudah lebih dari dua juta orang yang kini telah terpapar positif COVID-19.

Berdasarkan jumlah tersebut, kini masyarakat diharapkan mampu memahami cara penanganan serta penularan COVID-19. Pada dasarnya, penularan COVID-19 sendiri berfokus pada sisi pernapasan hingga kontak fisik dari pasien positif COVID-19.