Konten Media Partner

7 Lagu Didi Kempot yang Tak Lekang oleh Waktu

Tugu Jogjaverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Didi Kempot saat Konser Sewu Candi di Candi Prambanan. Foto: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Didi Kempot saat Konser Sewu Candi di Candi Prambanan. Foto: Istimewa.

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi campursari kenamaan Didi Kempot atau yang bernama asli Didi Prasetyo tutup usia pada Selasa (5/5/2020). Didi Kempot diketahui meninggal dunia pada pukul 07.30 WIB. Diduga Didi Kempot meninggal akibat serangan jantung.

Sepanjang kariernya bermusik, pria yang berjuluk The Lord of Broken Heart ini banyak sekali menciptakan lagu-lagu yang apik dan terkenang di hati para penikmat musik Tanah Air terutama Sobat Ambyar. Berikut ini 5 lagu Didi Kempot yang tak lekang oleh waktu:

1. Stasiun Balapan

Ning Stasiun Balapan

Kuto Solo sing dadi kenangan

Kowe karo aku

Naliko ngeterke lungamu

Salah satu laku ikonik milik Didi Kempot adalah Stasiun Balapan. Lagu miliknya ini terdapat dalam album studio debut Didi Kempot yang juga bertajuk Stasiun Balapan dan dirilis pada 1999.

Lagu berbahasa Jawa ini begitu menyayat hati dan terinspirasi dari kisah-kisah perpisahan yang ia lihat saat di stasiun. Lagu ini bahkan selalu masuk dalam kompilasi best collection of Didi Kempot.

2. Sewu Kutho

Sewu kutho uwis tak liwati

Sewu ati tak takoni

Nanging kabeh, podo rangerteni

Lungamu neng endi

Pirang tahun anggonku nggoleki

Seprene durung biso nemoni

Masih lagu tentang cinta, lagu ini mengisahkan yang seseorang yang bingung mencari orang yang dicintainya dan tak kunjung kembali. Sama seperti lagu sebelumnya lagu ini hitz di Indonesia sekitar tahun 2000an.

3. Banyu Langit

Banyu langit sing ono dhuwur khayangan

Watu gedhe kalingan mendunge udan

Telesono atine wong seng kasmaran

Setyo janji seprene tansah kelingan

Ademe gunung merapi purbo

Melu krungu swaramu ngomongke opo

Ademe gunung merapi purbo

Sing ning langgran Wonosari Jogjakarta

Tak hanya tentang cinta, Didi Kempot juga menciptakan lagu yang terinspirasi dari tempat yang ada di Indonesia. Lagu ini dia buat dengan khusus mengunjungi Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta, demi mendapatkan inspirasi untuk membuat lagu yang dibuka dengan petikan gitar dan piano ini.

4. Suket Teki

Wong salah ora gelem ngaku salah

Suwe-suwe sopo wonge sing betah

Mripatku uwis ngerti sak nyatane

Kowe selak golek menangmu dewe

Tak tandur pari jebul tukule malah suket teki

Lagu Suket Teki ini diciptakan oleh Didi Kempot sekitar tahun 2016. Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang mengalami patah hati akibat kelakuan sang kekasih dan saling berselisih paham.

5. Pamer Bojo

Dudu klambi anyar sing nang njero lemariku

Nanging bojo anyar sing mbok pamerke neng aku

Dudu wangi mawar sing tak sawang neng mripatku

Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku

Neng opo seneng aku yen mung gawe laraku

Pamer bojo anyar neng ngarepku

Lagu yang belum lama dirilis sekitar tahun 2016 ini menjadi salah satu lagu yang booming. Lagu Didi Kempot ini bercerita tentang kerinduan seorang suami pada istrinya, namun sang istri malah memamerkan suami barunya.

6. Cidro

Wis sakmestine ati iki nelongso

Wong sing tak tresnani mblenjani janji

Opo ora eling naliko semono

Kebak kembang wangi jroning dodo

Lagu yang digemari para fansnya yang akrab disapa sadbois dan sadgerls ini sebetulnya sudah ada di album debut Didi Kempot yakni Stasiun Balapan. Belakangan, lagu ini tenar kembali dan banyak disukai penggemarnya bahkan bisa mengambyarkan hati para penonton hingga ada yang menangis. Seperti Stasiun Balapan, lagu Cidro ditulis saat Didi masih mengamen.

7. Ambyar

Wis kebacut ambyar, tresnaku kesasar

Seneng karo kowe salah nggonku milih pacar

Wis ambyar, lara sing tak rasakke

Kowe lunga ninggalke aku neng kene

Lagu berjudul Ambyar ini menceritakan tentang hati seseorang yang sudah merasa terlalu hancur karena merasa dibohongi. Liriknya yang terkesan "jeru" atau dalam tentunya sanggup mengambyarkan hati para sadbois dan sadgerls.