7 Pasar dan 1 Mal di Jogja Terapkan Pembayaran QRIS
ยทwaktu baca 3 menit

7 pasar dan 1 mall di Kota Yogyakarta sudah menerapkan QRIS untuk sistem mereka. Mereka siap melayani konsumen dengan alat pembayaran non tunai. Harapannya ke depan transaksi tunai akan semakin berkurang.
Sekda DIY Kadarmanto Baskara Aji menuturkan QRIS sangat bermanfaat. Dan kini tahapnya memang tidak hanya penambahan fasilitas QRIS tetapi juga edukasi. Karena saat ini tidak sedikit pedagang yang masih melayani transaksi menggunakan uang tunai meskipun mereka memiliki fasilitas QRIS.
"Perlu jadi perhatian semua. Untuk menggunakan QRIS ini sebagai pengganti uang tunai. Transaksi besar maupun kecil," terang dia, Senin (11/7/2022).
Ia berharap agar sosialisasi penggunaan QRIS ini bisa dilakukan oleh Bupati dan Wali Kota. Penggunaan QRIS sebenarnya sangat penting terutama di pasar tradisional karena akan mengurangi resiko kejahatan seperti kecopetan.
Menurutnya pedagang pasar harus melakukan modernisasi sehingga masyarajat lebih sejahtera dan manajemen rumah tangga bisa tertata dengan baik. Oleh karenanya ia mendukung upaya BI dengan perbankan untuk menggenjot penggunaan QRIS.
"Saya optimis selama ini Bank Indonesia bersama-sama dengan bank-bank yang ada di DIY selalu mendorong bisa memberikan fasilitas QRIS di seluruh pedagang dan bukan hanya secara sepihak dari pihak perbankan atau dari Bank Indonesia saja yang aktif,"terangnya
Ia mengakui jika salah satu kendala penerapan QRIS adalah sinyal..oleh karenanya ia meminta semua vendor seluler untuk membantu menyelesaikan persoalan blank spot di beberapa area terutama di kawasan wisata.
Direktur utama Bank BPD DIY, Santosa Rohmad mengungkapkan, BPD DIY dan Disperindag Kabupaten/Kota di DIY telah melakukan On-Boarding QRIS dengan hasil antara lain di pasar Beringharjo terdapat 1.100 pedagang pasar dan dua agen bank yang telah menggunakan QRIS.
Di pasar Pingit, sudah ada 90 dari 108 pedagang dan 1 agen Bank yang telah menggunakan QRIS. Di pasar Demangan, sudah ada 55 dari 150 pedagang serta 1 Agen Bank yang menggunakan QRIS. Di pasar Gamping, sudah ada 250 dari 430 pedagang yang menggunakan QRIS.
"Di pasar Imogiri, sudah ada 465 dari 600 pedagang dan 1 agen bank yang menggunakan QRIS,"tambahnya
Di pasar Wates telah ada 50 dari 87 pedagang dan 1 agen Bank yang menggunakan QRIS. Di pasar Argosari terdapat 128 dari 154 pedagang dan 1 agen bank yang menggunakan QRIS. Sementara, Galeria Mall terdapat 30 tenan besar serta 1 Samsat Corner yang menggunakan QRIS.
Plh Bank Indonesia DIY, Mohammad Irwan berharap program on-boarding QRIS ini dapat direplikasi di seluruh pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Melalui sinergi yang terjalin baik antara BI bersama Pemda di seluruh DIY, Disperindag Kabupaten/Kota di DIY, Bank BPD DIY, serta otoritas/pihak terkait lainnya, BI optimis program perluasan QRIS di pasar-pasar dapat terus berlanjut.
" Peningkatan kegiatan transaksi di pusat perbelanjaan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sektor riil, seperti petani, produsen, maupun pedagang, yang akan membuat mulai pulihnya daya beli masyarakat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional,"ujar dia.
Selain itu, program ini mampu meningkatkan awareness untuk bertransaksi secara nirsentuh dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali mengunjungi pasar Kranggan sehingga mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Irwan menambahkan, dalam mendukung pencapaian Program 15 Juta Pengguna Baru QRIS, DIY ditargetkan sebesar 206 ribu pengguna baru. Per Mei 2022, DIY berhasil memenuhi target dimaksud dengaan capaian sebesar 215.527 pengguna baru atau 104,62% dari target 2022.
Sementara, Nominal dan Volume transaksi QRIS di DIY per April 2022 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 365% dan187% (YoY). Nominal Transaksi QRIS per April 2022 tercatat sebesar Rp 104,7 M sementara Volume transaksi QRIS tercatat sebesar 1, 2 juta kali transaksi.
"Jumlah Merchant QRIS per Mei 2022 tercatat sebanyak 428.635 merchant atau meningkat 21,78% dibandingkan capaian Desember 2021,'tambahnya.
