Konten Media Partner

Aksi Tunggal Do'a untuk Para Syuhada Polri Gugur di Kerusuhan Mako Brimob

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Aksi Tunggal Do'a untuk Para Syuhada Polri Gugur di Kerusuhan Mako Brimob
zoom-in-whitePerbesar

Jogja Police Watch (JPW) melakukan aksi tunggal untuk mendo'akan para syuhada Polri yang gugur pada kerusuhan di Markas Komando (Mako) Satuan Korps Bregade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.Jogja Police Watch (JPW) melakukan aksi tunggal untuk mendo'akan para syuhada Polri yang gugur pada kerusuhan di Markas Komando (Mako) Satuan Korps Bregade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Aksi tunggal tersebut digelar di Monumen Tugu Pal Putih Yogyakarta. Dengan membawa lima batang lilin, sebotol air putih, sebungkus kembang mawar merah putih dan kertas-kertas dukungan yang berisi nama-nama para syuhada Polri yang gugur.

Nama para syuhada tersebut yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dan Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli.

"Pada malam hari ini saya sebagai aktivis JPW turut berduka cita atas meninggalnya para syuhada Polri yang gugur pada aksi kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat" kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin saat ditemui saat melakukan aksi, Kamis (10/5/2018) malam.

Baharuddin menuturkan, dirinya membawa lima batang lilin tersebut menandakan lima anggota Polri yang gugur pada aksi kerusuhan tersebut. Dengan menggunakan baju bergaris lurus sebagai upaya dukungan JPW terhadap Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Selain itu, dirinya menggunakan baju bermotif garis lurus sebagai tanda porses hukum yang harus tegak tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

"Filosofinya (lima batang lilin) karena lima anggota Polri yang gugur, selain itu sebagai duka mendalam terhadap korban. Kalau bajunya (bergaris lurus), agar proses hukum tanpa ada intervensi dari pihak manapun, berjalan lurus," paparnya.

Ia berharap, dengan adanya kasus tersbeut pihak yang berwajib dalam menangani kerusuhan itu agar bisa segera mungkin melakukan evaluasi yang diperlukan.

"Dalam hal ini Kemenkumham, kasus ini harus segera mungkin diusut tuntas," pungkasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyampaikan kebenaran yang terjadi di balik tembok tebal Rumah Tahanan (Rutan) Markas Korps Brigade Mobil (Brimob) Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang rusuh, Selasa (8/5) malam. Sebanyak lima orang rekan Polri gugur dalam insiden tersebut. (Nadhir Attamimi)