Anak Muda di Jogja Diperjuangkan Bisa Akses Kuliah dengan Mudah
·waktu baca 2 menit

Lebih dari 100 lembaga pendidikan tinggi negeri maupun swasta ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun sayangnya, fasilitas pendidikan itu ternyata tak sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh anak muda yang ada di Jogja.
Pasalnya ada banyak anak muda yang sulit untuk mengakses pendidikan di kota nya sendiri karena tingginya biaya yang dibebankan. Hal itu diungkap oleh Caleg DPR RI, Sri Purnomo usai menemui sejumlah masyarakat di berbagai wilayah.
Kala itu, sebagaian besar anak-anak muda bercerita setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah atau setara, mereka melanjutkan dengan bekerja.
"Saya sering temui itu cerita mereka selesai SMA atau SMK, mereka itu langsung kerja. Ada yang pabrik, bengkel, ada juga yang merantau keluar dari Jogja," ujar Sri Purnomo, Jumat (5/1/2024).
Menurut dia, biaya pendidikan yang terlalu tinggi memang salah satu menjadi faktor utama mengapa masih banyak anak muda Jogja yang tak melanjutkan kuliah dan justru memilih untuk bekerja.
Berangkat dari kondisi tersebut, Sri Purnomo ingin mendorong agar lebih banyak anak-anak muda 'lokal' dapat mengakses perkuliahan dengan mudah.
Salah satunya melalui intervensi bersama yang dilakukan oleh lembaga eksekutif dan legislatif dari pusat hingga daerah.
"Salah satu visi yang saya bawa maju mewakili DIY adalah pendidikan. Dan ini yang nanti akan kita realisasikan lewat intervensi bersama antara legislatif dan eksekutif mulai dari pusat hingga daerah," terang Sri Purnomo.
"Lewat intervensi ini nantinya kita di legislatif akan membentuk regulasi khusus untuk memastikan pembiayaan di sektor pendidikan lebih dimassifkan dan bisa lewat banyak sektor. Pemerintah juga akan kita dorong berinovasi tidak hanya lewat APBD, tetapi bisa bekerjasama dengan swasta," sambungnya.
Lebih lanjut, Sri Purnomo berharap julukan Kota Pelajar dengan berbagai fasilitasnya tidak hanya dinikmati oleh anak-anak dari luar Yogyakarta saja tetapi juga putra putri dalam daerah dapat ikut merasakannya.
"Tinggal kita dorong lebih kuat lagi agar manfaatnya lebih besar lagi terutama anak-anak kita yang kondisi ekonomi keluarga tidak mampu," pungkasnya.
(M Wulan)
