Anak Umur 3 Tahun di Gunungkidul Sudah Merokok
ยทwaktu baca 3 menit

Perilaku memprihatinkan terjadi di wilayah Kelurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Seorang bocah laki-laki berumur 3 tahun sudah merokok. Bocah ini sudah mengetahui mana rokok yang enak ataupun tidak enak.
Senin (21/3/2022), Tim Tugu Jogja berusaha untuk mengunjungi rumahnya yang berada di Kelurahan Sidorejo. Untuk datang ke rumahnya jaraknya memang cukup jauh sekitar 15 km Wonosari, Gunungkidul.
Tempat tinggalnya pun berada ada sekitar 1 km dari jalan beraspal. Di lingkungan sekitar tempat bocah ini tinggal memang banyak aktivitas tambang batu kapur baik yang dilakukan oleh perusahaan ataupun secara perseorangan.
Ketika Tim Tugu Jogja datang ke rumahnya, terlihat sang bocah tengah bermain dengan seorang temannya. Bocah tersebut terlihat aktif bermain mobil-mobilan di samping rumahnya.
Sang ibu, yang enggan disebutkan namanya pun berkisah tentang anaknya. Ia mengaku sudah putus asa untuk membuat anaknya berhenti merokok. Suatu saat kedua orangtua bocah ini sengaja mengoles filter rokok dengan ulekan cabe. Harapannya anak tersebut tak lagi menghisap rokok karena pedas.
"Bukannya kapok malah marah besar minta rokok yang biasa," ungkap dia.
Sang Ibu mengaku tidak mengetahui mengapa anak tersebut menjadi bocah yang seolah kecanduan rokok. Ia mengakui jika suaminya memang perokok termasuk juga teman-teman suaminya yang bekerja sebagai buruh di lokasi pertambangan.
Awalnya sang suami memang buang puntung rokok di sekitar rumah mereka. Kedua orang tua bocah ini tidak menduga jika hal tersebut dapat menimbulkan efek negatif seperti yang terjadi sekarang ini.
Pasalnya sang anak ternyata sering memungut puntung rokok tersebut kemudian dihisap. Lama-kelamaan anak tersebut lantas meminta kepada orangtuanya untuk menyalakan puntung rokok tersebut kemudian dihisap layaknya merokok.
"Saya itu pernah menegur agar anak saya membuang puntung rokok itu karena kotor eh ternyata itu puntung rokok milik bapaknya," terang dia.
Kini setiap kali melihat orang yang merokok sang anak langsung meminta untuk diberi rokok. Jika tidak diberi rokok makan bocah tersebut langsung mengamuk dan membuang berbagai barang yang ada di depannya.
Salah satu hasil amukan anaknya akibat tak diberi rokok adalah jebolnya dinding yang terbuat dari kalsiboard. Oleh karenanya agar tidak terulang kembali peristiwa tersebut maka kedua orang tua selalu memberi ketika anaknya marah meminta rokok.
"Anak-anaknya yang diminta itu selalu rokok filter ketika diberi rokok Kretek selalu mengamuk menolaknya," tambahnya.
Selain pernah mengoles filter rokok dengan cabai, kedua orangtua bocah ini juga pernah membawa anak ke orang pintar. Kepada kedua orang tua ini, sang orang pintar mengatakan juga bocah ini kerasukan kakeknya yang sudah meninggal.
Namun kedatangan mereka ke orang pintar tersebut baru sebatas konsultasi terkait apa yang terjadi dengan anaknya. Ia belum membawanya kembali anak tersebut ke orang pintar karena ketiadaan biaya.
"Kalau mau periksa ke Puskesmas nanti keluhannya apa dia itu tidak sakit," paparnya.
