Antisipasi COVID-19 saat Panen Raya, Ribuan Pedagang Tembakau Divaksinasi

Konten Media Partner
24 Juni 2021 10:09
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pedagang tembakau mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Pendapa Pengayoman, Rabu (23/6/2021). Foto: ari/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang tembakau mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Pendapa Pengayoman, Rabu (23/6/2021). Foto: ari/Tugu Jogja
ADVERTISEMENT
Pemerintah Kabupaten Temanggung terus melakukan upaya penyeimbangan antara pencegahan penyebaran corona virus dan bagaimana caranya agar perekonomian masyarakat tetap bisa berjalan. Salah satu hal yang ditempuh adalah dengan melakukan vaksinasi kepada ribuan pedagang tembakau menjelang panen raya.
ADVERTISEMENT
Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengatakan, menjelang panen raya tembakau Pemkab Temanggung terus melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran COVID-19, terutama di kalangan pertembakauan. Salah satunya dengan terus melakukan vaksinasi kepada para pelaku pertembakauan. Hingga saat ini telah lebih dari 1.000 orang pelaku pertembakauan divaksin.
"Vaksinasi bagi bakul mbako (penjual tembakau) dan pelaku pertembakauan sangat penting bagi Kabupaten Temanggung, karena sektor pertembakauan ini merupakan yang utama di Temanggung. Harapannya setelah divaksin pihak pabrikan bisa lebih menolong soal harga, dalam proses jual beli bisa lebih lancar dan menaikkan harga tembakau. Tidak ada alasan lagi untuk menurunkan harga tembakau," ujarnya Kamis (24/6/2021).
Menurut Khadziq, sampai dengan Rabu (23/6) total pedagang tembakau dari PT Gudang Garam saja sudah lebih dari 750 orang yang divaksin, kemudian pedagang yang biasa menjual ke perwakilan PT Djarum juga lebih dari 300-an sudah divaksin. Artinya, sudah lebih dari 1.000 orang divaksin. Harapannya proses jual beli tembakau nanti bisa lebih longgar sehingga tidak mempengaruhi harga di pasaran.
ADVERTISEMENT
Diharapkan masuk musim panen tembakau nanti semua bakul sudah divaksin, sehingga semua proses perdagangan tembakau ke gudang-gudang perwakilan pabrik rokok bisa menjadi lebih lancar, tidak ada hambatan sehingga tidak mempengaruhi harga tembakau.
"Saya berharap kalau bakul-bakul mbako sudah divaksin lalu di dunia bisnis pertembakauan jangan ada ketakutan terhadap COVID, sehingga harga tembakau bisa laku mahal di Temanggung. Dengan telah dilakukan vaksin tidak ada lagi alasan menurunkan harga tembakau. Tapi meski sudah divaskin protokol kesehatan hendaknya tetap ditegakkan agar tidak terjadi penularan Covid,"pintanya.
Salah satu petani yang juga pedagang tembakau Gunung Sindoro, Jayeng Susilo mengatakan, sangat berterimakasih kepada Pemkab Temanggung yang telah memperhatikan pelaku pertembakauan dengan melakukan vaksinasi jelang panen raya tembakau. Hal ini sangat penting untuk menekan penularan virus yang tengah menjadi pandemi ini. Di satu sisi tembakau adalah komiditas unggulan Temanggung yang bisa menjadi harapan pemulihan ekonomi setelah dihantam badai pandemi.
ADVERTISEMENT
"Pemerintah daerah sangat memperhatikan kebutuhan, petani, pedagang maupun pabrikan. Jadi antisipasi dari pemerintah daerah saya acungi jempol, karena semua sudah disiapkan. Nantinya pabrikan sudah tidak ada alasan lagiuntuk menurunkan kuota dalam hal pembelian ataupun yang lain sebagainya dengan alasan-alasan yang macam-macam. Terimakasih kepada Bapak Bupati Temanggung beserta jajarannya yang telah mengakomodir kita semua, semoga bermanfaat dan akan membawa Temanggung semakin jaya,"katanya.
Perwakilan PT Gudang Garam Yeti Dwi Cahyani, mengapresiasi langkah Bupati Temanggung HM Al Khadziq karena telah memberikan fasilitasi kepada pedagang tembakau untuk divaksin, sehingga menjelang panen tembakau bulan Agustus nanti lebih aman. Pihak gudang pun menerapkan protokol kesehatan ketat, dengan menyiapkan handsanitizer termasuk biliknya, cek suhu tubuh.
"Nantinya untuk jual beli kita jadwal supaya tidak berkerumun. Kami imbau para pedagang dan petani tembakau meski sudah divaksin tetap jaga kondisi, jaga kesehatan, prokes, tetap pakai masker. Semoga pembelian nanti tetap biasa tidak berpengaruh. Ada dua PR nya prokes dan kualitas,"katanya.(ari)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020