Konten Media Partner

Antisipasi Kasus Chiki Ngebul, BBPOM Lakukan Hal Ini

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jajanan viral ciki ngebul. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jajanan viral ciki ngebul. Foto: istimewa

Chiki ngebul alias cikbul belakangan ini tengah menuai sorotan pasca sejumlah daerah melaporkan munculnya sejumlah kasus keracunan jajanan viral yang menimpa anak tersebut. Di Yogyakarta sendiri, 2 anak di daerah Sleman dilaporkan menjadi korban diduga keracunan jajanan viral ini.

Menyoroti masalah tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta mulai menindak aktivitas para pedagang chiki ngebul. Kepala BBPOM Yogyakarta Trikoranti Mustikawati meminta agar sementara waktu jajanan ini tidak diperjual belikan.

"Kami meminta pedagang dan pemilik di lokasi jajanan itu sementara berhenti berjualan sampai kajian yang dilakukan dinas kesehatan dan BBPOM selesai," kata Trikoranti, Minggu (15/1/2023).

kumparan post embed

Sejauh ini dalam langkah antisipasi dan juga menyusul adanya kasus keracunan chiki ngebul yang menimpa dua bocah di Sleman, BBPOM bersama Dinas Kesehatan melakukan pengawasan jajanan viral ini di sejumlah titik di mal, sekolah, pasar malam dan tempat keramaian lainnya.

"Hasil pengawasan di DIY hanya ditemukan di dua lokasi dan sudah dilakukan pembinaan," ujarnya.

Adapun pembinaan yang dimaksud ialah mengingatkan kembali pada pedagang terkait bahaya zat kimia liquid nitrogen (N2). Pasalnya, konsumsi cairan tersebut secara sembarangan bisa mengakibatkan masalah kesehatan salah satunya tubuh terasa terbakar atau ruptur lambung.

"Kami akan terus melakukan pembinaan dan bekerjasama dengan lintas sektor terkait,” ungkapnya.