Arsjad Rasjid Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar, KADIN DIY: Harus Profesional

Konten Media Partner
24 September 2023 16:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi. Foto: M Wulan/Tugu Jogja
ADVERTISEMENT
Penunjukan M Arsjad Rasjid sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 dinilai bakal membawa energi positif bagi tim koalisinya.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi saat menyinggung soal hasil pertemuannya dengan pengurus KADIN lainnya beberapa waktu lalu.
"Para ketua umum (Kadin) menyetujui untuk mas Arsjad menjadi ketua pemenangan dari pak Ganjar, mudah-mudahan kita doakan semoga selalu sehat dan kuat menghadapi tantangan di (Pemilu) 2024," kata Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, Minggu (24//9/2023).
GKR Mangkubumi mengatakan bahwa KADIN DIY turut menghormati penunjukan Ketua Umum KADIN, Arsjad Rasjid sebagai Ketua TPN Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
Pemilihan Arsjad Rasjid sebagai Ketua TPN itu awal nya memang memunculkan kekhawatiran terhadap Kadin akan terlibat dalam pusaran politik. Kendati begitu, GKR Mangkubumi menilai, Arsjad Rasjid mampu menjalankan tugasnya secara profesional tanpa mencampur adukan politik ke dalam urusan Kadin begitu pula sebaliknya.
ADVERTISEMENT
"Kami di Kadin ini kan non partai, kita clear gitu tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mensupport agar selalu sehat bisa membawa Indonesia yang lebih baik. Karena dia (Arsyad Rasjid) adalah tim pemenangan tujuannya untuk memenangkan Pak Ganjar tapi bagaimana dia juga menjadi ketua pemenangan itu secara profesional," ujar GKR Mangkubumi.
Lebih lanjut, GKR Mangkubumi menilai kepercayaan yang diberikan kepada Arsjad Rasjid sebagai ketua tim pemenangan itu didasarkan atas kontribusi dan kinerja luar biasa yang selalu berada di garis terdepan mendukung program pemerintah.
Ia juga meyakini Ketua Umum Kadin itu akan tetap berpegang teguh untuk menjaga norma dan etika dalam kelembagaan Kadin.
"Jadi bukan di partai, tapi secara personal dengan profesional untuk (berada) didalam tim tersebut menggerakkan tim (koalisi)," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
(M Wulan)