Konten Media Partner

Bandara YIA Akan Terhubung dengan Jalan Tol

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Bandara YIA. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Bandara YIA. Foto: Tugu Jogja

Akses untuk menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo akan dipermudah dengan adanya tol yang akan terkoneksi langsung dengan bandara baru di Yogyakarta ini. Saat ini, desain konektivitas tol yang akan terhubung langsung dengan Bandara YIA telah disepakati.

Adapun jalan utama yang akan terhubung dengan Bandara YIA yaitu Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo dengan Jalan Akses Tol menuju YIA dan Jalan Akses Tol menuju Akses YIA-Borobudur (Kawasan Bedah Menoreh).

"Akses tol ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk menjangkau YIA," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Rabu (28/7/2021).

Konektivitas tol yang terhubung dengan Bandara YIA ini memiliki desain akses simpang susun YIA pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA dengan desain persimpangan tidak sebidang dari dan menuju YIA yang difasilitasi dengan lajur tersendiri dan menuju (exit) Jalan Akses YIA-Borobudur (Kawasan Bedah Menoreh).

Selain itu, pada 17 Agustus 2021 nanti, Bandara YIA juga akan mengoperasikan kereta api yang menghubungkan Bandara YIA dengan Stasiun Tugu Yogyakarta. Bandara YIA menjadi salah satu bandara terbesar di Indonesia yang mampu menampung 20 juta penumpang tiap tahunnya.

Terletak di pesisir pantai membuat Bandara YIA telah dilengkapi dengan sistem terpadu peringatan bencana. Sistem terpadu deteksi dini gempa dan tsunami ini menjadikan YIA sebagai bandara pertama yang memiliki mitigasi gempa dan tsunami.

“Sistem terpadu peringatan dini ini sekaligus melengkapi sistem evakuasi dan manajemen bencana yang telah kami rancang sejak tahap perencanaan. Desain dan struktur seluruh bangunan di area YIA telah siap untuk dijadikan tempat evakuasi sementara (TES) ketika terjadi gempa dan tsunami,” kata Faik Fahmi

Pihaknya juga menyediakan ruang untuk para pelaku UMKM memasarkan produknya.

“Kami juga telah menyiapkan area tenant untuk UMKM seluas 1.500 meter persegi di dalam terminal, yang dapat menampung 500 UMKM dan area seluas 880 meter persegi di Gedung Penghubung yang dapat mengakomodir 170 UMKM. Ini merupakan komitmen kami untuk terus membangkitkan produk UMKM agar mampu bersaing dengan produk-produk internasional khususnya di YIA,” jelas Faik Fahmi.