Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Titik di Yogyakarta
ยทwaktu baca 3 menit

Sebuah talud dengan panjang 11 meter tinggi 8 meter dan lebar 6 meter di Terban GK 5/61 Rt 02 Rw 01 Kalurahan Terban Kapanewon Gondokusuman Yogyakarta ambrol. Akibatnya, rumah Sri Martuti terkena material longsoran.
"Sukmanto (58) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat usai tertimpa longsoran," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yusdianta, Kamis (11/11/2021)
Sementara secara umum ada puluhan titik yang mengalami bencana akibat hujan sejak malam - dini hari dengan intensitas ringan. Sementara hujan lebat merata di wilayah DIY karena hingga pagi-siang hari hujan belum reda.
Biwara menambahkan di Kabupaten Gunungkidul, terdapat 11 dampak kejadian yang terdiri dari 9 titik tanah longsor yang mengakibatkan 5 talut ambrol dan 1 titik saluran irigasi. Di samping itu 1 bangunan roboh dan 1 titik jaringan listrik.
"Prakiraan nominal kerusakan Rp 12 juta," ujar dia.
Sementara di Kabupaten Bantul, terdapat 6 dampak kejadian, yakni 1 titik longsor, 4 titik pohon tumbang dan 1 genangan air yang menimpa kandang ternak. Di Kota Yogyakarta, terdapat 1 dampak kejadian, 1 titik longsor yang mengakibatkan 1 rumah rusak sedang dan 1 korban rujuk RS. Pantirapih.
"Kabupaten Sleman, terdapat 1 dampak kejadian, 1 titik pohon tumbang yang mengakibatkan 4 orang luka ringan di rujuk RS. Sardjito dan 2 sepeda motor," terangnya.
Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (Staklim BMKG), Yogyakarta, Reni Kraningtyas menyampaikan tingginya curah hujan selama 2 hari terakhir dipengaruhi oleh fenomena La Nina.
"Saat ini La Nina kategori sedang-rendah tengah terjadi, dan ini sejak akhir Oktober lalu," kata Reni ditemui di Kapanewon Playen, Gunungkidul siang ini.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, ada anomali ambang batas La Nina pada suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah. Normalnya, ambang batasnya di suhu -0,5 derajat Celcius namun saat ini menjadi -0,8 derajat Celcius.
Menurut Reni, kondisi tersebut menyebabkan curah hujan meningkat 20 sampai 60 persen dari rata-rata normal. Biasanya, saat bulan November, DIY akan merasakan curah hujan 300-400 milimeter per bulan.
"Jadinya ada tambahan sekitar 60 persen dari ukuran curah hujan tersebut," ujarnya.
Tak hanya La Nina, derasnya hujan juga disebabkan oleh gangguan tekanan udara rendah di barat daya Sumatra serta fenomena MJO (Madden Julian Oscillation) di Samudra Hindia. Konvergensi massa udara pun terjadi di wilayah Jateng-DIY.
Staklim BMKG pun telah mengeluarkan peringatan bagi pemangku kepentingan hingga masyarakat untuk mewaspadai tingginya curah hujan ini. Apalagi hujan diprediksi akan berlangsung secara terus-menerus.
"Kemungkinan hujan deras seperti ini akan terjadi sampai 5 hari ke depan," ungkap Reni.
