Konten Media Partner

Banjir Rendam Kawasan Girisubo Gunungkidul

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir yang rendam Kapanewon Girisubo, Gunungkidul. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Banjir yang rendam Kapanewon Girisubo, Gunungkidul. Foto: istimewa.

Sejumlah bangunan di kawasan Kapanewon Girisubo Gunungkidul terendam banjir. Hujan deras yang melanda kawasan tersebut Sabtu (5/11/2022) malam mengakibatkan sejumlah titik di wilayah tersebut.

Panewu Girisubo, Slamet Winarno ketika dikonfirmasi membenarkan adanya banjir tersebut. Hujan deras yang melanda kawasan di Kapanewon Girisubo, Gunungkidul Sabtu (5/11/2022) malam mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

"Itu paling banyak terjadi di wilayah yang selama ini menjadi langganan setiap tahunnya,"kata dia, Minggu (6/11/2022).

Sejumlah fasilitas publik dan instansi pendidikan sempat terendam hingga 1 meter meski sudah mulai surut. Hingga Minggu (06/11/2022), banjir masih berlangsung meski mulai surut.

Menurutnya banjir yang terjadi adalah banjir genangan karena wilayah yang terendam air adalah daerah lembah. Dan Sabtu (5/11/2022) malam memang turun hujan mulai sekitar pukul 21.00 WIB kemarin.

"Hujan turun dengan cukup lebat dan berlangsung lama. Hingga akhirnya terjadi air mulai naik dan merendam beberapa kawasan,"ungkapnya.

sejumlah wilayah di Girisubo yang terendam banjir genangan karena karakteristik Kapanewon ini yang banyak cekungan. Di wilayah ini saluran ke Luweng (goa vertikal) yang tersumbat oleh sampah.

kumparan post embed

Bahkan kompleks Kantor Kapanewon Girisubo juga ikut terendam hingga ketinggian 30 cm. Pihaknya sempat evakuasi berkas-berkas dan barang-barang penting lainnya karena khawatir jika hujan berlangsung lama.

"Kami juga siaga kalau-kalau hujan berlangsung lama,"tambahnya.

Slamet mengungkapkan, banjir di Pedukuhan Gabukan, Kalurahan Songbanyu terbilang cukup parah. Di mana banjir genangannya mencapai ketinggian 70 cm hingga 1 meter dan merendam sejumlah bangunan publik.

Akibat banjir tersebut, bangunan TK dan Balai Padukuhan Gabukan serta SD di kawasan tersebut terendam. kawasan tersebut rentan terjadi banjir setiap tahun. Pasalnya, lahan tempat bangunan TK dan Balai Pedukuhan berdiri merupakan bekas telaga yang dikeringkan.

"Iya dulu bekas telaga. Karena tidak ada lokasi untuk membangun balai dusun dan sekolah maka telaganya dikeringkan serta lahannya digunakan,"terangnya.

Selain itu, ia juga menduga luweng atau gua bawah tanah yang ada di sekitar wilayah Padukuhan tersebut tersumbat sehingga air tidak bisa mengalir. Karena biasanya di awal musim penghujan mulut Luweng banyak dipenuhi sampah.

Meski begitu, saat ini banjir dilaporkan mulai surut. Dan biasanya memang banjir di Padukuhan tersebut hanya berlangsung singkat hanya satu hari satu malam lalu surut tetapi jika hujan hanya singkat.

Rencananya, agar banjir tidak selalu terulang setiap tahunnya pemerintah akan memperlebar mulut Luweng. Tujuannya agar nanti debit air yang masuk ke Luweng akan semakin banyak dan tidak sampai merendam wilayahnya.