Konten Media Partner

Bedah Perbedaan Dark Chocolate, Milk Chocolate, dan White Chocolate

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aneka macam cokelat. Foto: Ayu.
zoom-in-whitePerbesar
Aneka macam cokelat. Foto: Ayu.

Cokelat terkenal akan rasanya yang lezat. Selain itu, cokelat juga sering menjadi simbol kasih sayang. Cokelat diolah terlebih dahulu dari bentuk biji kakao sebelum menjadi batangan maupun bubuk cokelat. Ada beberapa jenis cokelat yang bisa ditemui; yaitu dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate.

Sekilas dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate sama-sama jenis cokelat pada umumnya. Namun sebenarnya ketiga jenis cokelat itu memiliki perbedaan masing-masing. Staff Museum Cokelat Monggo, Aisha Iris Kemala Mentari, menjelaskan perbedaan antara dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate.

"Jadi kalau dark chocolate tidak menggunakan susu, sedangkan milk chocolate menggunakan susu. Tetapi untuk white chocolate tidak menggunakan kakao masak. Kakao masak itu gilingan dari biji kakaonya. Jadi dark chocolate dan milk chocolate menggunakan kakao masak, sedangkan white chocolate tidak," ujar Aisha saat ditemui di acara Jogja Cocoa Day di Atrium Hartono Mall Yogyakarta, Kamis (17/10/2019).

Staff Museum Cokelat Monggo, Aisha Iris Kemala Mentari. Foto: Ayu.

Dari segi gizi, white chocolate mengandung kalori lebih banyak dibanding dark dan milk chocolate. Sementara satu sendok dark chocolate mengandung 70 kalori, sedangkan milk chocolate juga mengandung 70 kalori. Adapun satu sendok white chocolate mengandung 80 kalori. Ketiga jenis cokelat itu mengandung 1 gram protein, 8 sampai 9 gram gula, dan sekitar 4,5 gram lemak jenuh. Aisha mengatakan bahwa ketiga jenis cokelat tersebut memiliki keunikannya masing-masing.

"Keunikan dari ketiga cokelat itu terletak pada penggunaan kakao butter. Semua ketiga jenis cokelat itu tidak dimasak menggunakan minyak kelapa sawit, tetapi menggunakan kakao butter asli karena rasanya akan lebih lembut," kata Aisha.

Terlepas dari perbedaan dan keunikan ketiga jenis cokelat itu, dark chocolate merupakan jenis cokelat yang paling banyak manfaat kesehatannya dibanding milk chocolate dan white chocolate. Sebuah studi pustaka yang dirilis pada 2011, Antioxidants and Redox Signaling menemukan bahwa dark chocolate mengandung anti oksidan yang berpengaruh pada kardiovaskular dengan mengurangi radang, melindungi kulit dari kerusakan oksidatif, dan membantu meningkatkan fungsi kognitif serta suasana hati. Selain itu dark chocolate juga dapat mengurangi risiko diabetes dan memberi efek kekenyangan. (Ayu)