Konten Media Partner

Bencana Tanah Bergerak di Purbalingga, 39 Rumah Terancam Longsor

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Babinsa Koramil 13/Rembang Kodim 0702/Purbalingga bersama instansi terkait meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Panusupan yang mengakibatkan bahu jalan retak. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Babinsa Koramil 13/Rembang Kodim 0702/Purbalingga bersama instansi terkait meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Panusupan yang mengakibatkan bahu jalan retak. Foto: Istimewa

Bencana tanah bergerak terjadi di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Hal ini berdampak pada retaknya bahu jalan sepanjang 80 meter.

Kepala Desa Panusupan, Surismi, menjelaskan jika 39 rumah terancam longsor akibat bencana tanah bergerak ini. Hal ini karena pemukiman warga berada di dekat tebing setinggi 80 meter.

“Sudah menjadi bencana tahunan, kami sudah imbau warga di dekat lokasi agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Karena tebing dekat pemukiman sudah semakin mendekat sekitar 10 meter,” tuturnya.

Sementara Serda Yatin Subagyo, selaku Babinsa Koramil 13/Rembang Kodim 0702/Purbalingga mengatakan kejadian pergerakan tanah di wilayah Desa panusupan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya terjadi pada bulan Oktober 2021 lalu melanda Dukuh Bojongsana desa setempat.

“Oktober lalu Dukuh Bojongsana desa setempat retakan tanah dipicu longsornya tebing tepi Sungai Ideng yang penghujan selalu banjir dan sekarang tebing bahu jalan Dukuh Pagelaran,” tuturnya menjelaskan.

Ia menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan.

Babinsa Koramil 13/Rembang Kodim 0702/Purbalingga bersama instansi terkait meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Panusupan yang mengakibatkan bahu jalan retak. Foto: Istimewa

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat proaktif melapor pada pihak terkait setiap adanya bencana dan warga lebih berhati-hati khususnya bagi warga Desa Panusupan yang tinggal di tempat rawan bencana.

“Untuk selalu waspada dan berhati-hati bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana terutama jika hujan lebat dan terus menerus,” pungkasnya.