Konten Media Partner

Berdayakan Warga dengan Pabrik Pengemas Beras di Desa Jipang Blora

12 Juli 2019 7:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pabrik pengolahan padi menjadi beras milik lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Blora Jawa Tengah. Foto: nun.
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik pengolahan padi menjadi beras milik lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Blora Jawa Tengah. Foto: nun.
ADVERTISEMENT
Sebanyak 50 orang dari Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah diberdayakan untuk bekerja di pabrik pengolahan padi menjadi beras milik lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sebagai lembaga kemanusiaan, ACT berupaya untuk memberikan manfaat positif bagi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya pabrik pengolahan padi jadi beras siap kemas di Blora, ACT berupaya untuk meningkatkan perekonomian di Desa Jipang. Setiap harinya, pabrik ini mampu menghasilkan 15 ton beras kemas dan siap untuk diedarkan.
“Pabrik ini juga kerjasama dengan petani yang ada di sekitar sini dengan memberikan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Kepala Desa Jipang, Ngadi, Kamis (11/7/2019).
Ngadi mengatakan bahwa dengan adanya pabrik ini, harga gerabah di pasaran bisa dikendalikan dengan lebih mudah. Masyarakat tetap bisa mendapatkan beras yang berkualitas di pasaran.
Kepala Desa Jipang, Ngadi, saat diwawancarai di Blora, Kamis (11/7/2019).
Tak hanya mengirim beras di daerah lokal saja, pabrik yang ada di Desa Jipang ini juga pernah mengirim bantuan beras ke Rohingya. Ngadi membeberkan bahwa ketika ada pihak yang memesan beras dalam jumlah besar untuk event sosial, kerap kali tidak bisa ditangani oleh pabrik ini sendirian.
ADVERTISEMENT
“Di sini muatnya maksimal 15 ton. Jadi kalau ada bantuan (keperluan menyumbang), ya diambil dari luar desa ini,” katanya.
Ia mengungkapkan dampak yang paling dirasakan warga adalah peningkatan pendapatan ekonomi. Karena, pabrik ini menyerap cukup banyak tenaga kerja yang diambil dari daerah Desa Jipang. (nun/adn)