BI Imbau Warga Jogja Tukar Uang Baru untuk Lebaran di Lokasi Resmi
ยทwaktu baca 3 menit

Menjelang Idul Fitri 1444 H, THR dan uang baru menjadi ciri khas yang selalu diingat saat merayakan Lebaran. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang baru itu, Bank Indonesia mulai menyediakan layanan tukar uang baru bagi masyarakat di Yogyakarta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan mengatakan pihaknya menyiapkan 5,4 triliun uang kartal. Adapun layanan itu dapat dimanfaatkan mulai tanggal 27 Maret sampai 20 April 2023.
Sementara untuk lokasi penukarannya tersebar di 70 titik lokasi, di antaranya penukaran yang dilayani kas keliling BI sebanyak 9 titik, kas keliling bersama 12 titik, dan loket penukaran perbankan 49 titik.
"Jadi memang kita di Bank Indonesia DIY ini menyediakan kartal sampai sejumlah 5,4 triliun untuk kebutuhan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri. Untuk totalnya ada 70 (titik) lokasi pelayanan penukaran bagi masyarakat. Kalau yang penukaran ini, kalau yang khusus untuk BI itu melalui aplikasi namanya PINTAR atau (diakses melalui) http://pintar.bi.co.id," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan, Jumat (31/3/2023).
Budiharto menuturkan tahun ini Bank Indonesia memang memberikan batasan untuk nominal tukar uang itu. Dimana masing-masing orang hanya bisa menukarkan maksimal Rp 3,8 juta yang terdiri atas pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 yang berisi 100 lembar per pak.
Hal ini dilakukan agar dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat secara merata. Apalagi pemudik yang masuk ke Yogyakarta pada saat lebaran diperkirakan sekitar 5 juta orang.
"Setiap orang diberikan kesempatan untuk menukar sebanyak Rp 3,8 juta karena untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat secara lebih banyak untuk mendapatkan kesempatan penukaran (uang baru)," ujarnya.
"Dengan dicabutnya PPKM kan berarti masyarakat mobilitasnya sudah tidak dibatasi lagi sehingga kita juga melihat kemungkinan masyarakat yang mudik ke Jogja atau berwisata ke Jogja akan meningkat. Kita juga memesankan kepada teman-teman perbankan untuk mengantisipasi dengan mengisi ATM ATM nya karena libur lebaran juga cukup panjang kan jadi jangan sampai tidak bisa melayani masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Budiharto menghimbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan dan menukarkan uangnya di lokasi yang resmi. Pasalnya banyak pedagang yang kini membuka jasa penukaran uang baru itu di jalanan.
Menurutnya, jika masyarakat menukar uang baru di tempat resmi yang lokasinya sudah ditentukan, maka keaslian dan kualitas uang rupiah akan lebih terjamin.
"Manfaatkanlah lokasi lokasi (penukaran) yang resmi, yang jelas kita akan terhindar dari kemungkinan adanya uang palsu, kita akan terhindar dari jumlah yang kurang gitu ya, 1 pax (isinya) 100 takutnya kurang. Kita juga tidak ingin masyarakat di masa lebaran ini mendapatkan uangnya lusuh," tandasnya.
