Konten Media Partner

Bule Juga Suka Jamu, Ini Kata Mereka Soal Jamu

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jamu Indonesia kini mendunia dan naik kelas. Minuman tradisional asli Indonesia ini tak hanya digemari oleh masyarakat kelas bawah. Hampir seluruh orang Indonesia dari segala lapisan kelas suka minum jamu.

Bule Juga Suka Jamu, Ini Kata Mereka Soal Jamu
zoom-in-whitePerbesar

Bahkan warga negara asing (bule) juga suka jamu. Tak percaya? Ada banyak bule datang dan mencicipi jamu di Festival Minum Jamu 2018 di Plaza Ngasem Yogyakarta. Salah satunya, Silke (40), bule asal Jerman yang sudah tinggal di Indonesia selama 15 tahun. Silke (40 tahun) sangat suka dengan jamu. Menurut dia, rasa jamu itu enak dan ga bikin eneq.

"Jamu buat saya rasanya enak. Biarpun ada rasa pahit, atau asemnya sedikit tapi saya suka. Bahan- bahannya alamiah, ga ada bahan kimia," katanya dengan bahasa Indonesia fasih di Yogyakarta, Sabtu (17/02).

Wanita yang tinggal di Kasongan, Bantul ini rutin mengkonsumsi jamu. Biasanya seminggu minimal tiga kali ia meneguk jamu di pasar Dongkelan, dekat rumahnya atau di tukang jamu keliling. Di mata Silke, Jamu bukan sekedar minuman biasa, jamu bisa menjadi obat mujarab saat Silke masuk angin atau pegel-pegel.

"Setelah minum jamu, badan saya seger. Kalau saya sakit masuk angin,meriang atau pusing, saya lebih suka minum jamu ketimbang obat medis. Sakitnya jadi cepet ilang," bebernya sambil tersenyum.

Ia sengaja datang jauh- ke festival ini bersama suami dan kedua anaknya untuk memberikan edukasi kepada kedua anaknya sekaligus habiskan akhir pekan. Festival Minum Jamu 2018 diadakan di Yogyakarta, Sabtu (17/02) Tujuan untuk melestarikan jamu dikalangan masyarakat Indonesia. (cia)