Cek Cok dengan Istri Dilerai, Pensiunan TNI Tusuk Kepala Dukuh di Gunungkidul

Warga Padukuhan Sumbermulyo, Kalurahan Kepek, Kepanewonan Wonosari, Gunungkidul, pada Selasa (16/9/2020) geger. Gara-garanya pertengkaran suami istri di RT 01 justru berakhir dengan penganiayaan terhadap kepala dukuh mereka. Akibatnya, kepala dukuh Sumbermulyo terpaksa mendapat perawatan di rumah sakit akibat luka tusuk di lengan kirinya.
Peristiwa tersebut bermula ketika terjadi cek-cok di rumah purnawiran TNI, Serma (Purn) MS. Sejatinya pertengkaran suami istri tersebut bukan kali ini saja terjadi tetapi sudah berulangkali sehingga membuat tetangganya risih. Terlebih sang purnawirawan TNI tersebut ringan tangan dan sering memukul sang istri.
Malam itu, cekcok kembali terjadi dan membuat resah warga sekitar. Karena banyak menerima laporan warga, akhirnya sang Kepala Dukuh, Doris Setiawan (32) mendatangi suami istri yang sedang cekcok. Usut punya usut ternyata purnawirawan TNI yang pernah bertugas di Papua ini cemburu dengan istrinya karena diduga selingkuh.
Kedatangan Doris nampaknya membuat MS tidak terima. Ia menganggap kepala dukuh tersebut turut campur urusan rumah tangga seseorang. MS lantas masuk ke dalam rumah dan mengambil pisau serta langsung menyerang Doris serta mengenai lengan kiri Kepala Dukuh tersebut.
Melihat peristiwa tersebut, warga yang lain turut serta melerai mereka. Bersama dengan Doris, keduanya bahu membahu merampas pisau yang dibawa MS. Kemudian pisau tersebut berhasil direbut dan dipatahkan lantas dibuang agar tidak digunakan lagi untuk menganiaya.
Warga yang lain lantas memanggil Mariyono (60), mantan Komandan MS ketika masih bertugas di Papua. Mariyono dipanggil untuk menenangkan MS yang masih terus mengamuk dan dikhawatirkan menganiaya yang lain. Mariyono sendiri berhasil menenangkan MS hingga akhirnya sekitar pukul 22.30 WIB berhasil dibawa ke Mapolres Gunungkidul.
Mantan komandan MS, ketika masih bertugas di kesatuan di Papua itu mengaku saat peristiwa terjadi dirinya tengah mengikuti pengajian dan sengaja datang karena ada yang memintanya untuk datang ke lokasi. Ia sering diundang oleh warga setempat untuk menenangkan pelaku karena pelaku hanya dirinya yang disegani oleh pelaku.
"Saya sendiri sengaja datang ke lokasi kejadian karena diundang oleh pak dukuh untuk melerai keduanya. Pak dukuh sendiri mengalami luka di tangan kiri katanya karena pisau. Sementara pelaku juga luka di tangannya karena baku rebut pisau," terangnya.
Babinkambtimas Polsek Wonosari, Aipda Haryono mengungkapkan, selama ini MS selalu curiga dengan istrinya kalau melakukan perselingkuhan dan sering ribut serta menganiaya. Hal ini sering menjadikan keresahan masyarakat karena permasalahan ini berulang kali terjadi. Bahkan tahun 2019 lalu peristiwa serupa juga terjadi bahkan telah ada surat pernyataan kepada warga sejak tahun 2019.
"Saya pernah mendamaikan percekcokan keluarga ini tahun 2019 yang lalu. Memang pelaku karakternya keras. Pak MS itu cemburu dan menuduh istrinya selingkuh. Cuma MS tak pernah bisa membuktikannya," terangnya.
