Konten Media Partner

Cerita Guru Ngaji di Gunungkidul yang Jadikan Rumah sebagai Tempat Mengaji

Tugu Jogjaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pengajian di rumah guru TPA Masjid Al Ikhlas Plumbungan, Novi Triyana, Sabtu (17/5/2020). Foto: Erfanto
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pengajian di rumah guru TPA Masjid Al Ikhlas Plumbungan, Novi Triyana, Sabtu (17/5/2020). Foto: Erfanto

Pandemi COVID-19 memang membuat tatanan kehidupan menjadi banyak berubah. Para pekerja banyak diminta untuk bekerja dari rumah, siswa belajar dari rumah dan demikian juga dengan pembelajaran santri ataupun peserta Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) juga demikian.

Bagi TPA-TPA di kampung-kampung yang ada di wilayah pelosok Gunungkidul pun demikian. Perbedaan sangat terasa karena tak ada lagi aktivitas di masjid-masjid terutama di bulan ramadhan. Padahal, hampir setiap sore mulai selepas asar hingga maghrib, masjid-masjid biasanya dipenuhi dengan anak-anak yang ingin belajar ilmu agama.

Tak terkecuali di wilayah Padukuhan Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Pandemi ini seolah membuat aktivitas masjid menjadi sangat sepi karena hampir semua warga Padukuhan tersebut melakukan kegiatan peribadahan di rumahnya masing-masing.

Masjid Al Ikhlas yang baru selesai dibangun pun dikunci oleh pihak takmir dan hanya jam-jam tertentu pintunya dibuka yaitu ketika waktunya sholat fardhu tiba. Ketika waktu sholat fardhu tiba, adzan memang berkumandang namun hanya marbot masjid dan beberapa jemaah yang ikut sholat.

Salat Jumat pun sempat tidak diselenggarakan sebanyak 2 kali namun dengan alasan agar tidak menjadi kafir, pada jumat ketiga kembali dilaksanakan dengan protokol pencegahan COVID-19 diperketat mulai dari membawa sajadah sendiri, pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan sebelum masuk masjid hingga memakai masker serta hand sanitizer namun jamaahnya juga tak terlalu banyak.

Di bulan Ramadan ini pun demikian, salat tarawih berjamaah sebenarnya masih ada, namun jamaah yang ikut dalam salat tersebut jumlahnya tak mencapai 10 orang. Pengaturan jarak pun dilakukan ketika mereka ikut salat berjamaah tarawih di masjid al-ikhlas.

Selain salat tarawih berjamaah dan juga salat Jumat tak ada kegiatan sama sekali di masjid ini. Kegiatan buka bersama dan juga TPA untuk anak-anak di padukuhan Plumbungan ini dialihkan ke rumah Ustadzah yang mengampunnya. Kegiatan TPA yang dialihkan di rumah milik Ustadzahnya tersebut juga tak banyak diikuti oleh anak-anak.

"Ya paling banyak 7 atau 8 anak. Padahal di sini anak-anak TPAnya bisa mencapai 60 orang," tutur guru/ustadzah TPA Masjid Al Ikhlas Plumbungan, Novi Triyana (23), Minggu (17/5/2020).

Suasana pengajian di rumah guru TPA Masjid Al Ikhlas Plumbungan, Novi Triyana, Sabtu (17/5/2020). Foto: Erfanto

Sejak pemerintah menyarankan untuk menghentikan kegiatan salat berjamaah di masjid masjid pengelola TPA pun sempat menghentikan kegiatan mengaji untuk anak-anak mereka. Ternyata sebagian dari anak-anak yang ada di Padukuhan Plumbungan tersebut berkali-kali menanyakan kepada dirinya terkait dengan kegiatan TPA ini.

Nampaknya anak-anak sudah bosan berada di rumah dan rindu dengan kegiatan TPA. Sehingga dalam seminggu terakhir, akhirnya diputuskan kegiatan TPA kembali dilaksanakan namun di rumah ustadzahnya. Awalnya, kegiatan TPA ini dikonsentrasikan di dua tempat terpisah antara laki-laki dan perempuan.

"Tetapi karena pesertanya sedikit, maka semuanya dikumpulkan di sini," paparnya.

Informasi selengkapnya klik di sini.

Kegiatan mengaji pun hanya berlangsung singkat yaitu mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tidak ada buka bersama ataupun takjilan seperti ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Namun sebagai penyemangat kadang ia harus merogoh koceknya sendiri untuk membelikan jajanan anak-anak peserta TPA di rumahnya. Tak jarang ada peserta TPA yang membawa makanan kecil titipan dari orang tuanya untuk dibagikan.

Kegiatan TPA di rumahnyapun tak bisa berjalan maksimal mengingat tempat yang seadanya. Selain digunakan sebagai tempat tinggal, ia juga membagi ruang di rumahnya untuk usaha menjahit yang ia jalani. Praktis, terkadang bahan jahitannya dibuat mainan anak-anak peserta TPA yang umurnya masih balita.

Suasana pengajian di rumah guru TPA Masjid Al Ikhlas Plumbungan, Novi Triyana, Sabtu (17/5/2020). Foto: Erfanto

Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas Plumbungan, Tugiran mengakui banyak kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap bulan Ramadan, tahun ini tak jadi dilaksanakan. Pengajian menjelang buka puasa dan takjilan, sholat tarawih berjamaah, tadarus Al Quran, pengajian nuzulul Al Qur'an, iktikaf tahun ini sudah tidak ada lagi.

"Kalau tarawih dan jumatan itu warga yang tetap ingin menyelenggarakannya. Saya tidak bisa melarang sepenuhnya kegiatan beribadah. Warga yang tetap ingin berkegiatan di masjid ya silahkan namun dengan catatan itu tadi. Protokol kesehatan tetap dipatuhi, kami menyediakan fasilitasnya," ujarnya.