Cerita Marsha Aruan Jadi Putri Ningrat di Film Nagih Janji Cinta
·waktu baca 2 menit

Sejumlah film Indonesia tayang di bioskop jelang akhir tahun 2022. Salah satunya adalah Nagih Janji Cinta.
Film yang disutradarai oleh Rizki Balki ini merupakan kerja sama antara PIM Pictures dengan Pemkot Solo. Sederet objek wisata di Solo pun jadi lokasi syuting film ini.
Nagih Janji Cinta menceritakan bagaimana perjuangan seorang pria yang merupakan orang biasa untuk menikahi putri ningrat. Marsha Aruan didapuk menjadi pemeran utama dalam film ini.
Ia pun bercerita bahwa bukan hal yang sulit untuk membangun chemistry antar para aktor. Mereka saling berdiskusi untuk memastikan chemistry terbangun.
"Justru malah akunya yang sempat kesulitan. Sempet kena COVID-19 pas reading. Jadi nggak bisa ikut reading secara langsung," ujar Marsha, saat Meet and Greet Nagih Janji Cinta di Sleman City Hall (SCH), Minggu (4/12/2022).
Beruntung ia berhasil mengatasi hal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tantangan lain muncul, yaitu ketika para pemeran harus menggunakan Bahasa Jawa.
Pemeran karakter Ajeng ini bercerita bahwa mayoritas pemeran dalam film tersebut bukan orang jawa. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi mereka untuk film yang banyak menggunakan dialog Bahasa Jawa.
"Kita dikasih PR, kalau ketemu ga boleh ngomong Bahasa Indonesia biasa. Kita dikasih PR ngomong pakai Bahasa Jawa," ujarnya.
Bahkan tim produksi sampai menerapkan denda bila ada pemeran yang pakai bahasa asing saat di lokasi syuting. Hal ini bertujuan agar mereka fasih berbahasa jawa.
"Kalau pakai bahasa lain ada denda untuk jajan bareng," ujar Frislly Herlind.
Karena merupakan hasil kerja sama dengan Pemkot Solo, film ini menyuguhkan berbagai macam objek wisata di Solo.
"Di film ini banyak view bagus dari Kota Solo," ujar Ady Sky.
