Konten Media Partner

Cerita Pesepeda yang Gowes dari Bekasi sampai Yogyakarta

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesepeda datang ke Grand Inna Malioboro, Sabtu (22/8/2020). Foto: Len/Tugu Jogja.
zoom-in-whitePerbesar
Pesepeda datang ke Grand Inna Malioboro, Sabtu (22/8/2020). Foto: Len/Tugu Jogja.

Ada banyak cara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Namun mengingat dengan adanya pandemi COVID-19, tentu protokol kesehatan harus diutamakan. Salah satunya dilakukan oleh para pensiunan ini. Mereka melakukan touring sepeda Bekasi-Yogyakarta-Bekasi untuk menunjukan rasa nasionalisme.

Keempat pria ini terdiri dari Sundarto Yoto (62 tahun), Antonius Suhardi (62 tahun), Casminta (51 tahun), dan Sugeng (49 tahun). Dengan adanya aksi ini, mereka juga ingin menunjukkan bahwa umur tua tidak menjadi halangan bagi mereka.

“Kegiatan gowes ini memiliki nilai positif karena mengajari kita untuk bersosialisasi dan menikmati alam Indonesia,” ujar Sundarto Yuso selaku perwakilan anggota (22/08/20).

Berawal dari kecintaannya terhadap Indonesia, Sundarto Yoto kemudian mulai aktif dalam kegiatan gowes dan mengikuti berbagai event touring.

Pensiun dapat menyebabkan depresi jika seseorang tidak dapat mengelola emosinya dengan baik. Mengisi masa pensiun dengan kegiatan yang berharga adalah salah satu contoh positif yang harus ditiru.

Biasanya, sebelum pandemi setiap dua minggu sekali akan diadakan event gowes sejauh minimal 100 km. Dengan adanya pandemi ini, para goweser hanya melakukan gowes mandiri di sekitar rumahnya dengan rute yang kira-kira berjarak 30 km.

Berangkat dari Pelabuhan Ratu pada tanggal 13 Agustus 2020, mereka mengaku kesusahan dalam mencari tempat singgah dalam masa COVID-19 ini.

Informasi selengkapnya klik di sini.

“Kadang menginap di masjid. Selama COVID-19 masjid tutup, jadi kita kadang nginap di warung yang sudah tutup tapi ada bale-bale itu kita nginap disitu,” tambah Sundarto Yoto.

Berdasarkan inisiatif sendiri, tentu segala persiapan dalam event ini juga dilaksanakan secara mandiri. Mulai dari keberangkatan dari Bekasi hingga kembali lagi ke Bekasi, semua fasilitas keselamatan dan logistik dicari secara mandiri.

“Tidak ada ambulance, tidak ada pengawalan, kita bawa ban serep dan perlengkapan sendiri,” ujarnya.

Minimnya fasilitas umum yang dibuka dalam pandemi ini, jarak yang jauh, ditambah adanya beban barang bawaan tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan apalagi untuk orang yang sudah memasuki usia tua.

Sebagai bentuk apresiasi, Grand Inna Malioboro memberikan fasilitas menginap bagi keempat goweser ini. Setibanya di Yogyakarta, keempat pria pensiunan ini langsung menuju ke hotel untuk beristirahat.

GM Grand Inna Malioboro, Ni Komang Darmiati (tengah) berfoto bersama pesepeda dari Bekasi - Jogja, Sabtu (22/8/2020). Foto: Len/Tugu Jogja.

GM Grand Inna Malioboro, Ni Komang Darmiati, kagum dengan keempat pria pensiunan tersebut. Saat ditanya soal okupansi hotel, ia mengatakan bahwa ada kenaikan beberapa hari terakhir. Terutama menjelang HUT ke-75 RI.

"Sebenernya kita pengen sih 100 persen, tapi karena protokol covid yang harus kita lakukan, tapi peningkatan jauh dari bulan juni apalagi april, sempat dibawah 5 persen Tapi ini sudah diatas 90-an ya, jadi lumayan bagus," ujarnya.

Ia mengatakan banyak tamu yang berasal dari Jawa Barat, tepatnya Kota Bandung. Selain Bandung, tamu juga kini banyak yang berdatangan dari Jawa Timur dan Jakarta. (Margareth Hervi Anindatu)