Konten Media Partner

Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan di Laguna Pantai Trisik Mati

Tugu Jogjaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan ribu ikan mati di Laguna Pantai Trisik, Kulon Progo, Senin (10/6/2019). Foto: erl.
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan ribu ikan mati di Laguna Pantai Trisik, Kulon Progo, Senin (10/6/2019). Foto: erl.

Diduga akibat limbah tambak udang, ratusan ribu ikan di Laguna Pantai Trisik Kulonprogo mati. Matinya ratusan ribu ikan berjenis nila ini tentu menyebabkan para petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. Kejadian ini tampaknya bukan yang pertama karena tahun lalu peristiwa serupa juga pernah dialami.

Anggota kelompok tani pembudidayaan ikan Laguna Pantai Trisik, Ngatimin, menduga matinya ratusan ribu ikan nila tersebut karena banyaknya limbah tambak udang yang dibuang ke laguna. Limbah tambak seperti sisa makanan, cangkang udang dan juga air bekas budidaya tambak memang banyak dialirkan ke laguna.

Akibat banyaknya residu tambak udang yang dibuang ke laguna, ikan-ikan tersebut diduga keracunan. Ikan-ikan ini banyak mengonsumsi amoniak, karena terlalu banyak, maka ikan-ikan di laguna ini justru mati.

"Ikan di sini mati ya karena limbah tambak," ujar Ngatimin, Senin (10/6).

Menurut Ngatimin sebetulnya saat musim hujan, limbah tambak udang yang dibuang ke laguna tak berdampak signifikan pada habitat ikan, sebab saat musim penghujan air tersebut cukup untuk keberlangsungan hidup ikan-ikan.

Seorang pria sedang menepikan ikan yang mati di Laguna Pantai Tritis Kulon Progo, Senin (10/9/2019). Foto: erl.

Namun karena musim kemarau, maka debit air semakin menyusut. Akibatnya residu tambak udang yang dibuang ke laguna tidak bisa langsung mengalir ke laut. Air di laguna menggenang dan sirkulasi air menjadi kurang.

"Dampaknya ya ke ikan-ikan yang ada di laguna. Paling sensitif menimpa ikan Nila," tambahnya.

Menurut Ngatimin, sebenarnya, ikan-ikan nila yang ada di Laguna Pantai Trisik tidak dibudidayakan oleh petani. Bahkan ikan tersebut adalah hasil peranakan alami dari ikan nila yang dilepas belasan tahun silam. Dia bilang, bagi masyarakat Laguna Pantai Trisik adalah habitat ikan Bandeng.

Namun demikian, para petani sering memanen ikan nila tersebut untuk dijual ataupun dikonsumsi. Matinya ikan nila tersebut diperkirakan memicu kerugian para petani karena biasanya mereka memanen ikan tersebut dengan berat mencapai 1 ton lebih.

Suradin, penjaga tambak sebelah utara laguna, membantah jika kematian ikan-ikan tersebut dikarenakan limbah tambak, sebab dirinya tak merasakan adanya tanda-tanda ikan-ikan tersebut akan mati. Tapi ternyata keesokan harinya justru ikan-ikan tersebut mati. Jadi, kecil kemungkinan penyebab ikan-ikan tersebut mati adalah limbah tambak.

"Jadi bukan karena limbah tambak," ujarnya.

Meskipun ada ratusan ribu ikan yang mati di laguna, namun tidak ada warga yang mengambilnya. Sehingga ikan-ikan yang mati tersebut mulai menimbulkan bau. Jalan satu-satunya kemungkinan besar dengan menguburnya menggunakan alat berat. (erl/adn)