Dispar DIY Optimis Kunjungan Wisatawan Akhir Tahun Capai 6 Juta Orang

Dinas Pariwisata DIY optimis wisatawan yang akan datang ke wilayah ini mencapai 6 juta orang pada libur akhir tahun nanti. Jumlah tersebut sama dengan libur akhir tahun sebelum pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardja mengatakan Mengakhiri di tahun 2022 ini, di mana ketika melihat data tahun 2019 yang lalu angka kunjungan di akhir tahun mencapai 6,15 juta orang wisatawan yang menggunakan jasa akomodasi. Sementara untuk pergerakan wisatawan memang belum mereka catat.
Di Triwulan kedua tahun 2022 kemarin, jumlah wisatawan sudah mencapai 4,1 juta orang. Pihaknya berharap ditutup tahun 2022 paling tidak akan sama atau lebih sedikit dibanding dengan capaian kunjungan di masa sebelum pandemi atau 2019 yang lalu.
"Ini menunjukkan sektor pariwisata DIY dan ekonomi kreatif sudah mulai pulih seperti sebelum pandemi COVID-19," kata dia, Selasa (29/11/2022).
Tentunya ini merupakan hasil kolaborasi dari seluruh stakeholder pariwisata maupun non pariwisata yang sama-sama menciptakan suasana kondusif untuk wisatawan berkunjung ke Jogja. Hal ini penting karena keamanan dan kenyamanan wisatawan sangat menentukan tingkat kunjungan.
Jika memprediksi dengan berbagai penyelenggaraan event sampai dengan akhir tahun maka ia berharap kunjungannya akan menyentuh 6 juta orang di pergantian tahun nanti. Meskipun bayang-bayang COVID-19 masih ada namun ia yakin wisatawan sudah mengerti apa yang harus dilakukan.
"Saya kira pola hidup sehat sudah dilakukan oleh wisatawan dan pengelola destinasi," tambahnya.
Dengan adanya cuaca ekstrem yang ada belakangan ini, ia mengimbau kepada wisatawan agar selalu mengupdate atau memperbaharui informasi berkaitan dengan perubahan cuaca. Dan juga informasi bencana dan lainnya.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan mana kala menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Wisatawan diminta untuk berhati-hati agar jangan sampai niatan untuk healing justru menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
"Karena curah hujan tinggi instansi terkait juga perlu kita intensifkan untuk saling merespons terhadap apa yang terjadi di suatu akses dan destinasi wisata," kata dia.
