Konten Media Partner

Dispar Sleman Berharap Tak Ada Penutupan Objek Wisata saat Nataru

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tebing Breksi, salah satu objek wisata di Kabupaten Sleman. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Tebing Breksi, salah satu objek wisata di Kabupaten Sleman. Foto: Tugu Jogja

Setidaknya ada sekitar 155 destinasi wisata di Kabupaten Sleman yang siap untuk dikunjungi. 155 destinasi wisata tersebut telah mengantongi sertifikat CHSE, termasuk hotel dan restoran. Mereka pun siap untuk melaksanakan aturan PPKM Level 3 saat nataru nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono menerangkan, setidaknya ada 155 destinasi wisata yang telah mengantongi sertifikat CHSE. Di dalam angka itu, juga ada 15 objek wisata baik yang dikelola Pemda ataupun swasta serta masyarakat.

"Seingat saya masih di angka tersebut. Belum tahu kalau ada penambahan," ujar dia, Senin (21/11/2021).

Terkait dengan Nataru nanti, pihaknya saat ini masih menunggu pengaturan lebih detail terkait PPKM melalui Inmendagri maupun Ingub. Sehingga belum mengambil kebijakan untuk menindaklanjutinya.

kumparan post embed

Pernyataan itu muncul, menyusul adanya wacana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami berharap, tidak ada penutupan destinasi wisata yang telah memenuhi syarat seperti memiliki Sertifikat CHSE dan aplikasi Peduli Lindungi. Mereka siap melaksanakan ketentuan PPKM Level berapapun," kata dia

Ia menjelaskan, apabila Kabupaten Sleman kembali ke PPKM Level 3, maka diperkirakan jumlah kunjungan akan menurun, seperti sewaktu Level 3 diterapkan di Sleman.

Pasalnya, kapasitas pengunjung nantinya hanya 25%, anak 12 tahun ke bawah tidak boleh masuk, serta destinasi wisata wajib memiliki sertifikat CHSE dan QR Code Peduli Lindungi.

"Saat ini sudah 100% pengelola destinasi dan masyarakat sekitar destinasi tervaksinasi COVID-19. Jadi kami siap," terangnya.