Dukung Women's Day Out, Bupati Sleman: Mental Health Jadi Masalah Semua Orang
ยทwaktu baca 2 menit

Mental health atau kesehatan mental menjadi salah satu hal yang sering diabaikan. Padahal, kesehatan mental tak kalah penting dengan kesehatan fisik.
Kabupaten Sleman sendiri sejak lama telah memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental. Hal ini berawal dari tragedi erupsi Gunung Merapi.
"Sakit itu berawal dari pikiran, dan yang namanya mental health ini sudah mendunia. Semua orang punya permasalahan itu," ujar Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Tim Tugu Jogja, Kamis (13/10/2022).
"Sleman punya Mata Hati (Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa). Ini program untuk menangani masalah mental health. Kami sudah konsen soal mental health," katanya.
Kustini mengungkapkan bahwa pikiran seseorang memengaruhi bagaimana kondisi kesehatan. Banyak orang yang sakit karena terlalu banyak pikiran. Sehingga, peran psikolog penting untuk menjaga kesehatan mental.
Saat ini, mental health telah menjadi isu yang mendunia. Masing-masing orang memiliki permasalahan mental yang berbeda-beda.
Program Mata Hati yang jadi inovasi Kabupaten Sleman ini melayani masyarakat yang ingin berkonsultasi psikologi. Bahkan, tim dari program Mata Hati ikut ambil bagian dalam penanganan trauma korban Tragedi di Kanjuruhan.
"Ini mau menghibur kemarin kasus kanjuruhan. Kita ke sana sudah, dan sekarang ada online. Kan banyak yang trauma," katanya.
Kustini juga mendukung event Women's Day Out (WDO) yang digelar Tugu Jogja bersama Barrat Enterprise pada 22-23 Oktober 2022. Mengambil isu perempuan, mental health, dan sexual harassment, Kustini mengungkapkan bahwa perempuan punya peran penting di bidang tersebut.
Ia pun tak menutup mata peran perempuan dalam keluarga untuk menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Di sisi lain, perempuan juga memiliki hak untuk berkarier meskipun sudah berkeluarga.
Namun, beberapa perempuan kesulitan membagi waktu antara keluarga dan karier. Hal ini tentu berikan dampak pada karakter anak. Akan tetapi, banyak pula perempuan yang bisa membagi waktu sehingga memiliki anak yang berkarakter baik.
"Tapi banyak juga orang tua yang sukses, anaknya pinter kabeh. Bisa mendidik, anaknya ga nakal, orang tuanya (memiliki) karier (pekerjaan), itu berat. Itu kan sebenarnya didikan perempuan," tegasnya.
Perempuan didorong menjadi sosok yang multi peran. Multi peran di sini bisa menjadi seorang ibu hingga membangun karier.
