News
·
3 Agustus 2020 14:44

Eks Dosen Berkedok Riset Swinger Incar Korban Perempuan Berhijab

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Eks Dosen Berkedok Riset Swinger Incar Korban Perempuan Berhijab (135495)
Ilustrasi perempuan berhijab. Foto: Shutterstock
Salah seorang mantan dosen tengah ramai diperbincangkan atas chatnya yang membuat risih sejumlah perempuan. Berkedok riset, seseorang yang diketahui mantan dosen tersebut menghubungi korban perempuan secara random dan membicarakan praktik swinger. Dari penuturan dua korban yang belakangan ini aktif membagikan perkembangan cerita di sosial media Facebook, diketahui mayoritas korbannya ialah perempuan berhijab.
ADVERTISEMENT
Adalah Laeliya Almuhsin, korban yang pertama kali membuat kasus ini terungkap. Dalam unggahannya pada 31 Juli 2020 lalu, ia menceritakan tentang kejadian tak menyenangkan yang pernah dialaminya. Dia menjabarkan kelakuan matan dosen yang kemudian namanya diketahui sebagai Bambang Arianto. Unggahannya memicu unggahan morban lainnya Illian Deta Arta Sari, dia pun mengunggah cerita yang serupa di hari yang sama.
"Iya mbak (ada cerita tersebut). Saya nulis panjang 3 kali," kata Illian pada Senin (3/8/2020) pagi.
Di unggahan ketiganya yang diunggah pagi ini, dia mengungkapkan bahwa mayoritas korban sasaran eks dosen tersebut merupakan perempuan berhijab. Setidaknya dari data korban yang ia kantongi, mayoritas berhijab kecuali satu orang. Dia pun mempertanyakan hal itu kepada sang pelaku saat bertemu pada Minggu (2/8/2020).
Eks Dosen Berkedok Riset Swinger Incar Korban Perempuan Berhijab (135496)
Informasi selengkapnya klik di sini.
"Kami juga bertanya kenapa yang disasar mayoritas berjilbab. Untuk informasi, dari nama-nama yang kami pegang, hampir semuanya berjilbab kecuali Lely. Hampir semuanya menikah, kecualy Lely dan satu anak seorang member KAGAMA. Banyak aktifis dihubungi. Jebul dia terobsesi sama yang begitu," tulis Illian.
ADVERTISEMENT
Hal mengejutkan adalah alasan selanjutnya. Saat mendengar jawaban pelaku, korban yang bertemu saat itu sempat merasa emosi. Alasan yang diungkapkan pelaku adalah dirinya terbiasa menonton video porno dan menikmati video perempuan berhijab.
"Dia lantas mengakui bahwa dia kecanduan nonton youtube porno, dan pengen swinger. Dia suka nonton sejak 2014. Dia mengakui menikmati cerita itu pada perempuan khususnya yang berjilbab karena dia sering melihat video seks Arab," lanjutnya.
"Kami pun sempat marah, karena melihat dia menjadikan perempuan sebagai obyeknya. Perempuan dengan sifatnya yang pengertian dengan semua modusnya dianggap bisa lebih menerima ceritanya," kata Illian lagi.
Di hari yang bersamaan itu, mereka lantas menuntut pernyataan maaf dari pelaku secara langsung dan merekam videonya. Unggahan permintaan maaf ini pun kemudian ramai diperbincangkan di sosial media.
ADVERTISEMENT
"Setelah ini saya akan menceritakan kepada istri saya dan meminta dia mendampingi saya dalam melakukan terapi secara intensif ke Psikolog maupun Psikiater agar bisa terbebas dari penyimpangan ini. Kemudian terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan bila terbukti melakukan lagi saya siap menerima semuala konsekuensi hukum," kata dia seperti dikutip dari video yang diunggah Illian.