Embun Beku Dieng, Suhu Pagi Antara 9-11 Derajat Celcius

Munculnya embun yang membeku atau bun upas di dataran tinggi Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018), membuat suhu di kawasan itu fluktuatif. Dan saat ini suhu minimum terendah kerap terjadi pada pukul 06.00 WIB.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Banjarnegara, Setyo Aji, Senin (9/7/2018) menuturkan, penurunan suhu secara ekstrem di Dieng sudah terjadi selama enam hari terakhir. Suhu makin dingin dan akhirnya membuat embun di kawasan itu membekukan sejumlah tanaman hingga seperti berselimut salju.
“Meskipun membuat beku tanaman, namun pantauan kami suhu di beberapa titik belum ada yang sampai di bawah 0 derajat celcius,” ujar Aji.
Para warga di kawasan terdekat kompleks candi Dieng, tepatnya di Desa Dieng Kulon sebelumnya mencatat bahwa suhu paling dingin yang mereka rasakan terjadi Jumat (6/7/2018) lalu saat bun upas muncul pertama kali. Saat itu suhu tercatat mencapai 2 derajat celcius pada pukul 06.00 WIB.
Aji menuturkan bisa jadi temperatur udara di Dieng menjadi lebih dingin lagi ke depan. Sebab suhu dingin di Dieng akan berlangsung lama seiring perkiraan puncak musim kemarau yang akan berlangsung di Banjarnegara sampai Agustus nanti.
“Kalau dari data BMKG suhu saat ini paling rendah antara 9-11 derajat celcius, namun tidak menutup kemungkinan penurunan suhu lebih rendah karena perbedaan lokasi pengukuran (ketinggian lokasi),” ujarnya.
Adapun titik paling dingin atau suhu rendah di Dieng versi BMKG terpantau di kawasan Desa Dieng Kulon. “Kalau melihat tren penurunan suhu ini hanya terjadi pada pagi hari, beranjak siang mulai normal,” ujarnya. (atx)
