Gajah Ikut Kawal Gunungan Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta akan menggelar perayaan Grebeg Maulud sebagai pemungkas kegiatan pasar malam Sekaten sekaligus perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulid nabi Rabu siang 21 November 2018. Dalam kegiatan itu sebanyak lima gunungan yang berisi aneka hasil bumi akan diarak para abdi dalem dari Keraton Ngayogyakarta dari bangsal Pagelaran Keraton menuju tiga lokasi berbeda. Sebanyak tiga gunungan ke Masjid Gedhe Kauman, satu gunungan ke halaman Kantor Kepatihan, dan satu gunungan ke Pura Pakualaman. "Untuk gunungan yang dibawa ke Kepatihan dan Pakualaman masing-masing di kawal dua ekor gajah, tak hanya oleh para abdi dalem," ujar abdi dalem yang juga panitia Grebeg Maulud, Suhartono di sela prosesi Kondur Gangsa di Masjid Gedhe Kauman, Rabu (21/11/2018). Sedangkan untuk gunungan yang diarak menuju Masjid Kauman akan dikawal oleh empat ekor kuda Keraton Yogya. Gunungan yang dibawa yakni Gunungan Lanang, Gunungan Wadon, Gunungan Pawuhan, Gunungan Dharat, dan Gunungan Gepak. Kelimanya mulai diarak oleh para abdi dalem dari Keraton Yogya mulai pukul 10.00 WIB. Suhartono menuturkan selama pelaksanaan Grebeg Maulud, kunjungan ke museum Keraton Yogya diliburkan. "Museum Keraton baru kembali dibuka untuk wisatawan pada hari Kamis (22/11)," ujarnya. Gunungan yang dibawa dalam gerebeg Maulud ini masing masing akan diberikan kepada masyarakat sebagai simbol berkah keselamatan dari raja dan rakyatnya. Masyarakat yang hadir biasanya akan berebut hasil bumi dari gunungan itu dan membawanya pulang untuk disimpan. "Gunungan hanya boleh diperebutkan masyarakat setelah didoakan," ujarnya. (atx/fra)
