Ganjar Targetkan Penurunan Harga Beras dan Minyak Goreng untuk Tekan Inflasi
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berupaya untuk menekan angka inflasi. Salah satunya adalah dengan mengendalikan harga beras dan minyak goreng.
Belakangan ini, harga beras dan minyak goreng di berbagai pasar alami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini kemudian menimbulkan gejolak di masyarakat.
"Dua komoditas ini menjadi perhatian utama kami. Tadi sudah dipimpin oleh Pak Mendagri untuk kami dorong. Maka, tugasnya sekarang ya sudah, pasokannya terjaga, barangnya ada. Itu yang menjadi target utama," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Senin (13/2/2023).
Ia menuturkan, operasi pasar memang digencarkan untuk memastikan harga beras dan minyak di pasaran mengalami penurunan. Jika harga turun harapannya bisa dijangkau masyarakat. Ganjar masih mendapati harga beras dan minyak di sejumlah pasar yang masih tinggi.
"Ternyata kalau ada bakul-bakul itu hanya ada satu boks kecil sekali, dan sehari rata-rata habis. Itu pun harganya tidak ada yang di bawah 14 (ribu), di atas Rp 14 ribu. Beras juga demikian," katanya.
Ketika harga beras sudah berada di bawah HPP, dia berharap agar Bulog segera membeli beras dari para petani. Dengan demikian, petani juga senang karena mendapatkan harga jual yang terbaik.
Sementara terkait minyak, Ganjar akan mengirimkan supply Minyakita untuk menghadirkan ketersediaan stok di pasaran. Ia berharap, penurunan harga kedua komoditas ini mampu menekan angka inflasi.
"Minyakita besok akan kami kirim, tadi baru kita cek," pungkasnya,". (ari)
