Geger Isu Penculikan Anak, ODGJ di Gunungkidul Nyaris Diamuk Massa
·waktu baca 2 menit

L (56) warga Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Jawa Timur nyaris menjadi bulan-bulanan warga Kapanewon Wonosari Gunungkidul. Lelaki paruh baya ini diamankan warga yang termakan isu penculikan anak.
L diamankan Minggu (29/1/2023) siang kemarin. Aksi massa tersebut bermula dari beredarnya isu penculikan anak melalui media sosial WhatsApp. Karena sepanjang hari Minggu kemarin beredar kabar adanya upaya penculikan terhadap anak di wilayah Saptosari.
Dua rekaman suara warga yang menyebutkan adanya upaya penculikan anak beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp. Warga diminta mewaspadai jika ada orang asing yang masuk ke wilayah mereka dan bertingkah mencurigakan.
Tak terkecuali di Dusun Danggolo, Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul. Kala itu L melintas di Dusun tersebut dengan berjalan kaki. Gerak geriknya terus diamati oleh warga yang merasa curiga.
Warga kemudian mengamankan laki-laki karena bertingkah mencurigakan tersebut dan membawanya ke salah satu rumah. Mereka beramai-rama melakukan penangkapan dan menginterograsinya. Warga sedikit emosi karena keterangan lelaki tersebut berubah-ubah.
Kapolsek Saptosari AKP Kusnan Priyono membenarkan kabar telah diamankannya seseorang yang mencurigakan. Mereka mendapat laporan warga tentang penangkapan orang tak dikenal dan membawanya ke Mapolsek Saptosari
"Setelah kami interogasi ternyata dia orang Saradan kabupaten Madiun. Bhabinkamtibmas langsung menghubungi lurah serta carik Saradan," terangnya, Senin (30/1/2023).
Perangkat desa di Madiunpun membenarkan jika pria yang diamankan tersebut warga Sugihwaras, Kapanewon Saradan, Madiun. Dan dari pihak Kalurahan Sugihwaras menyatakan bahwa yang bersangkutan mengalami Gangguan kejiwaan.
Dari pihak kalurahan Sugihwaras meminta untuk melepaskan yang bersangkutan. Atas permintaan Pemerintah kalurahan untuk yang bersangkutan di perbolehkan melanjutkan perjalanan. Polsek kemudian mengantarkannya ke Jawa Timur
"Orang tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Dia boleh melanjutkan perjalanan," terang dia.
Menyikapi isu penculikan anak, Kapolsek Saptosari menghimbau bagi para orangtua tidak perlu takut atau resah berlebihan, serta jangan mudah percaya sebelum mengetahui faktanya. Dan jika melihat orang yang mencurigakan sebaiknya segera melapor ke petugas Kepolsian terdekat
Selain itu, Kusnan juga menyarankan kepada warga atau orang tua untuk memberikan pemahaman pada anak agar tidak mudah terpengaruh terhadap orang yang tidak dikenal.
“Serta jangan memberikan barang mewah atau perhiasan yang mencolok kepada anak," tambahnya.
