Generasi Milenial Didorong Genjot Produktivitas Pertanian Lewat Inovasi
·waktu baca 2 menit

Pertanian menjadi salah satu bidang unggulan di Indonesia. Namun, regenerasi masih menjadi PR tersendiri dalam bidang pertanian ini. Lewat Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), pemerintah mengajak generasi milenial untuk tingkatkan produktivitas petani.
“PERAGI jangan berhenti pada tataran teori. Peran dan kontribusi PERAGI harus strategis dan implementatif. Kementan bagaimanapun membutuhkan input dan saran. Kita tidak bisa bekerja dan berjalan sendiri,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam keterangan, Selasa (28/2/2023).
Sebelumnya Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertani (BPPSDMP) mengukuhkan 35 Pengurus Komisariat Daerah (KOMDA) PERAGI Yogyakarta.
“Samudra pembangunan pertanian kita terbentang sangat luas dan itu memerlukan uluran tangan para ahli agronomi Indonesia terutama yang tergabung dalam PERAGI. Singsingkan lengan baju, kita harus benar-benar turun ke gelanggang untuk menggenjot produktivitas kita,” pesan Kepala BPPSDMP sekaligus Ketua II Nasional PERAGI, Dedi Nursyamsi.
Menurutnya ciru pertabian maju adalah adanya peningkatan produktivitas dan penerapan inovasi teknologi dan peran dari sarana, kebijakan, dan peran SDM. Ia mengungkapkan peran agronomis untuk Indonesia tak dapat dipandang sebelah mata.
“Pertanian bukan hanya on farm atau off farm. Tapi yang perlu kita garap adalah Sistem dari hulu hingga hilir, termasuk di dalamnya subsistem-subsitem kecil lainnya karena setiap subsitem saling berkaitan dan saling mendukung," ujarnya.
Di samping itu Ketua KOMDA PERAGI Yogyakarta, Gatot Supangkat menyatakan bahwa pihaknya siap menjalankan tugas dan amanat yang sudah diberikab,
“Tiga kunci utama kita bekerja yaitu Kebersamaan, kesungguhan, dan Keikhlasan selain itu juga dalam bekerja kita perlu Akseleratif, Kreatif dan Inovatif,” tegas Gatot.
