Konten Media Partner

GKR Hemas Dorong Perajin dan Kelompok UMKM Jadi Pelaku Pemulihan Ekonomi

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota DPD RI asal DIY, GKR Hemas, saat meninjau Teras Malioboro 1, Selasa (26/4/2022). Foto: Birgita/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPD RI asal DIY, GKR Hemas, saat meninjau Teras Malioboro 1, Selasa (26/4/2022). Foto: Birgita/Tugu Jogja

Anggota DPD RI asal DIY, GKR Hemas mendorong perajin dan pelaku UMKM di Yogyakarta bisa berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi. Pihaknya dalam hal ini mengapresiasi bagaimana ruang di Yogyakarta bisa memboyong produk UMKM dan perajin untuk naik kelas.

Hal tersebut diwujudkan salah satunya melalui kemunculan gerai Jendela Si Bakul di salah satu mal yang ada di Kota Yogyakarta pada Selasa (26/4/2022). Dia menilai bahwa kehadiran itu menjadi salah satu bentuk upaya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memajukan UMKM.

"Ternyata cukup menarik dan banyak atraksi yang ditampilkan. Ini salah satu upaya Pemda untuk memajukan UMKM dan memudahkan," kata GKR Hemas.

"Kenapa ada Si Bakul yang diinisiasi Gubernur ini menjadi wadah bagaimana membantu perajin untuk menyampaikan kerajinan produknya sehingga bisa disampaikan pada pembeli dalam pesanan yang tidak perlu keluar ongkos kirim," imbuhnya.

Ia memiliki harapan besar agar keberlangsungan UMKM yang berkembang tidak berhenti. Justru meski perekonomian di Yogyakarta yang ditopang UMKM menunjukkan rapor cukup baik, dia berujar bahwa perlu adanya peningkatan dan pemanfaatan fasilitas dengan baik.

"Semoga tidak sekedar saat ini. Kita berharap ekonomi di Jogja segera meningkat. Jogja termasuk pertumbuhan ekonominya terbaik. Dari report nasional ternyata Jogja terbaik dari provinsi lain selama pandemi COVID-19 kemarin," katanya.

"Terus maju semoga para perajin punya semangat berkarya sehingga apa yang dilakukan Pemda ini bermanfaat," tutur GKR Hemas.

Pembeli di Teras Malioboro 1. Foto: Birgita/Tugu Jogja

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Sri Nurkyatsiwi mengatakan bahwa gerai ini sebagai awalan menggaet pasar. Meski hanya terbatas dalam area yang kecil, dia berujar bahwa tidak menutup kemungkinan transaksi lebih luas bisa berkembang di luar gerai.

"Jendela ini sebagai awalan dan nantinya konsumen bertemu di sini memang memiliki keterbatasan ruang, mereka bisa meninggalkan alamat dan kotaknya dan bisa bertransaksi di luar ini. Keberadaan ini didukung dana keistimewaan," papar Siwi.

Senada dengan GKR Hemas, Siwi pun berharap agar keberadaan jendela ini terus berlanjut. Sembari pihaknya terus menjaring pelaku usaha dan mengkurasi berdasarkan standarnya.

"Para pelaku UMKM harapannya bisa berlanjut jadi tidak hanya 6 bulan tapi berlanjut. Kita akan evaluasi proses masuk di sini cukup sedikit. Kita akan melakukan kurasi produk," katanya.