Gunung Merapi 41 Kali Luncurkan Awan Panas dalam Sehari
·waktu baca 3 menit

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. awan panas guguran Gunung Merapi kembali terjadi di puncak Merapi dalam 12 jam terakhir. Namun jarak luncuran tidak seperti sebelumnya karena lebih dekat.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi BPPTKG menyebut terjadi 2 kali awan panas guguran dalam 12 jam terakhir. yaitu Sabtu (11/3/2023) malam dan Minggu (12/3/2023) dinihari.
Pada Sabtu (11/3/2023) malam sekira pukul 23.01 WIB dengan jarak luncur 1800 meter. Kemudian terjadi lagi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Minggu (12/3/2023) dinihari sekira pukul 01.11 WIB dengan jarak luncur 1300 meter.
"Awan panas guguran ini mengarah ke Barat Daya atau hulu Kali Bebeng," ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa.
Dia menuturkan sepanjang hari Sabtu kemarin mulai pukul 00.00-24.00 WIB, pihaknya mencatat terjadi 41 awan panas guguran. Dengan jarak maksimal luncuran mencapai 4.000 meter (4 km) ke barat daya. Suara guguran 4 kali dengan intensitas sedang dari Pos Babadan.
Gunungapi yang berada di ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga teramati 4 kali guguran lava dengan jarak luncur 1500 meter ke barat daya. Namun Cuaca seputaran Gunung Merapi cerah,berawan,mendung. Angin bertiup lemah,sedang ke arah barat,barat daya.
"Suhu udara 13-26 °C, kelembaban udara 57-99 %, dan tekanan udara 567-689 mmHg," tambahnya.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 30-100 m di atas puncak kawah. Dan berbagai aktivitas kegempaan masih juga terjadi mengiringi geliat Gunung Merapi.
Aktivitas kegempaan tersebut diantaranya adalah awan Panas Guguran sebanyak 41 dengan Amplitudo 30-75 mm dengan durasi 60.2-458.6 detik. Gempa guguran terjadi sebanyak 163 kali dengan Amplitudo 4-48 mm selama 35.1-162.8 detik.
Gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 12 kali dengan Amplitudo 3-13 mm dengan durasi 5.4-7.5 detik. Gempa Vulkanik Dangkal sebanyak 6 kali dengan Amplitudo 23-56 mm berdurasi 8.1-10.4 detik. Serta gempa vulkanik Dalam sebanyak 50 kali dengan amplitudo 7-23 mm selama 7.7-11.7 detik.
"Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III atau Siaga," tambahnya.
Agus menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
" Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,"papar dia.
