Gunungkidul Akan Selesaikan Vaksinasi Booster Tahap 2 untuk Nakes dalam Seminggu

Kabupaten Gunungkidul memulai pelaksanaan vaksinasi booster kedua. Tahap pertama ini mereka melaksanakan vaksinasi untuk semua tenaga kesehatan yang ada di wilayah mereka. Setidaknya ada sekitar 4 ribu tenaga kesehatan yang akan ditarget dalam vaksinasi ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menuturkan, sesuai dengan perintah dari pemerintah pusat maka pelaksanaan vaksinasi booster tersebut memprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Setelah itu baru diberikan kepada masyarakat umum.
Oleh karenanya pihaknya menargetkan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan akan selesai dalam sepekan ini. Hal tersebut ia sematkan mengingat saat ini mereka juga masih harus menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi primer dan juga booster tahap pertama.
"Kami masih harus terus menyelesaikan vaksinasi primer dan booster pertama. Karena memang masih ada yang belum melakukannya," terang dia, Jumat (5/8/2022).
Dewi menuturkan di samping karena masih harus menyelesaikan vaksinasi primer dan booster tahap pertama, target sepekan tersebut dilakukan juga untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dan apa yang mereka lakukan tersebut sudah sesuai prosedur yang ditetapkan.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sugondo menambahkan, untuk vaksinasi booster tahap ketiga ini secara resmi memang dimulai hari Jumat (5/8/2022). Dan untuk pertama kali dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Gunungkidul.
"Kali ini kita sasar pegawai Dinas Kesehatan terlebih dahulu,"terang dia.
Setelah itu, nanti vaksinasi booster tahap kedua ini akan memprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang berada di semua wilayah Gunungkidul. Dan untuk mempercepat pelaksanaannya, maka vaksinasi tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan, tetapi juga diselenggarakan di fasilitas kesehatan yang lain.
Nantinya, vaksinasi booster tahap kedua ini akan menggunakan jenis vaksin yang berbeda-beda tergantung dengan jenis vaksin sebelumnya yang diberikan kepada seorang tenaga kesehatan ataupun warga. Di samping juga memprioritaskan vaksin yang mendekati tanggal kedaluwarsa.
:Jadi jangan sampai vaksin itu kedaluwarsa dan tidak terpakai. maka kita lihat dulu mana yang akan kedaluwarsa," tambahnya.
