Konten Media Partner

Harga Minyak Goreng di Jawa Tengah Masih Tinggi

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Ganjar melakukan sidak di Pasar Gubug, Gorbogan. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Ganjar melakukan sidak di Pasar Gubug, Gorbogan. Foto: istimewa

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menemukan minyak goreng curah di wilayahnya yang dijual dengan harga rerata Rp 18ribu-Rp20ribu. Padahal dari pengakuan distributor menjual dengan harga rerata Rp13ribu-15ribuan. Ketika masuk dan berkeliling di dalam pasar, Ganjar selalu mendengar curhatan emak-emak bahwa harga minyak mahal.

“Mahal pak, masih Rp 19ribu - Rp 20ribuan. Pripun niki pak ben didunke regane (Bagaimana ini pak biar diturunkan harganya),” ujar salah seorang emak yang ditemui Ganjar saat sidak di Pasar Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.

Ganjar juga mewawancarai para pedagang sembako dan pakaian di Pasar Gubug. Sejumlah pedagang sembako mengaku beberapa bahan pokok stabil di harga tinggi.

Dodolan klambi laris mboten bu? Meh badha akeh sing tuku sarung ya,” tutur Ganjar diiyakan emak-emak.

Ganjar juga mampir ke kios distributor minyak goreng curah yang tampak sedang menerima pasokan dari tangki. Setelah berbincang, distributor bernama Handoyo mengaku menjual dengan harga rata-rata Rp 15ribu.

Informasi selengkapnya klik di sini.

“Penjualannya bagus. Jadi per kilo Rp 15.400 untuk eceran kalau bakul 15.100, kalau liter 13ribuan. Kalau kita model distribusinya sampai tingkat di sini bagus seperti itu, sebenarnya teori berikutnya di masyarakat akan bisa lebih rendah,” katanya.

Fakta bahwa masyarakat masih membeli minyak goreng eceran seharga Rp 20ribu, kata Ganjar, problemnya ada pada tengkulak.

“Jadi yang kulakan di sini sampai ke konsumen. Mudah-mudahan tidak terlalu banyak, maka kalau tadi kita lihat di tingkat konsumen masih Rp 20ribu, 18ribu kayaknya masih ketinggian. Jadi ada problem di sana,” katanya. (ari)