16 Kecamatan di Yogyakarta Rawan Longsor

Yogyakarta sudah masuk puncak musim hujan. Sejumlah kejadian tanah longsor dan angin kencang telah merusak beberapa rumah warga di Kabupaten Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul, dan Bantul. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DI Yogyakarta mengimbau warga Yogyakarta siaga menghadapi potensi bencana tanah longsor dan banjir yang mengancam wilayah DI Yogyakarta.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD DI Yogyakarta, Danang Syamsu mengatakan ada 16 kecamatan di seluruh kabupaten DI Yogyakarta yang berpotensi terjadi tanah longsor. Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul dan Sleman adalah wilayah yang kerap mengalami tanah longsor.
"Kecamatan di Kulon Progo yang rawan longsor ada di Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang. Kalau di Gunungkidul ada di Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin dan Ponjong," kata Danang melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis (8/2).
Sementara di Kabupaten Bantul, wilayah yang rawan longsor ada di Dlingo, Imogiri, Pleret dam Piyungan. Selain itu tanah longsor juga mengancam Kabupaten Sleman di Kecamatan Prambanan. Sementara daerah yang rawan muncul banjir ada di 15 kecamatan.
Kecamatan di Bantul yang biasa terjadi banjir ada di Pandak, Srandakan, Sanden, Kretek, Sewon, Jetis, Imogiri. "Kalau Kulonprogo ada di Temon, Galur, Le dah, Wates dan Panjatan. Sementara di Kota Yogyakarta ada di Danurejan, Tegalrejo, dan Gedongtengen.
Tak hanya itu, warga juga diminta mewaspadai potensi kerusakan yang diprediksi timbul akibat angin kencang. Selama bulan februari 2018 saja, sejumlah rumah dan bangunan rusak tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang.
Danang menyarankan warga untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca dna mengurangi kegiatan diluar ruangan yang tidak penting saat kondisi cuaca buruk. (cia)
