Konten Media Partner

Hujan Deras dan Angin Kencang di Gunungkidul, Tanggul Jebol hingga Pohon Tumbang

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi banjir akibat hujan deras. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi banjir akibat hujan deras. Foto: Tugu Jogja

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda kawasan barat daya Gunungkidul, Sabtu (19/02/2022) kemarin. Akibatnya sejumlah bencana terjadi beberapa titik di dua kapanewon, Panggang dan Playen.

Kepala Bidang Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul Nanang mengungkapkan kerusakan pertama terjadi di tanggul kawasan Pasar Joho yang berada di Padukuhan Pacarejo I, Girisuko, Panggang jebol. Di lokasi tersebut sempat terjadi banjir genangan.

"Tak lama kemudian tanggul jebol setelah banjir," terang dia, Minggu (20/2/2022)

Setidaknya tiga kepala keluarga yang terkena dampak peristiwa ini. Rumah ketiga keluarga tersebut tergenang air karena tanggul jebol. Ketiganya yakni Maryono yang memiliki lima anggota keluarga, Isnanto yang memiliki empat anggota keluarga dan Parno yang memiliki lima anggota keluarga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini tapi kerugian mencapai Rp 3 juta. Beruntung tidak ada korban baik korban jiwa ataupun korban luka. Warga kemudian bergotong royong melakukan pembersihan bekas banjir.

Selain itu, sebuah pohon tumbang di Padukuhan Pacar I, Girisuko Panggang, Sabtu (19/02/2022) kemarin. Akibat peristiwa ini sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sehingga menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Satu setengah jam berlangsung, sejumlah pohon tumbang menimpa rumah warga. Pohon tersebut sudah ditebang dan sudah dievakuasi," kata Nanang.

Adapun pohon menimpa rumah milik Bardi Wiyono dengan kerugian Rp. 11,5 juta karena kandang dan rumahnya tertimpa pohon, Amin Syarif Rp. 3,5juta, Tunggal Rp. 4juta dan Sarijo Rp. 1juta. Secara kesukuruhan total kerugian warga Girisuko akibat bencana ini mencapai Rp. 20juta.

"Kami imbau masyarakat selalu waspada karena hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan akan terjadi hingga akhir Februari," pungkas dia.