Konten Media Partner

Infeksi Kornea Jadi Faktor Utama Terjadinya Kebutaan

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suhardjo, Pakar Kornea dan Infeksi Mata Luar RSUP Sardjito Yogyakarta, saat diwawancarai, Kamis (25/4/2019). Foto: ken.
zoom-in-whitePerbesar
Suhardjo, Pakar Kornea dan Infeksi Mata Luar RSUP Sardjito Yogyakarta, saat diwawancarai, Kamis (25/4/2019). Foto: ken.

Penelitian saat ini menyebutkan bahwa faktor utama seorang manusia mengalami kebutaan yakni akibat terjadinya infeksi kornea yang disinyalir adanya trauma kornea, kekebalan tubuh kurang baik hingga penggunaan lensa kontak yang kurang memperhatikan kebersihan dalam penggunaannya.

"Infeksi kornea masih menjadi faktor utama kebutaan kornea," kata Pakar Kornea dan Infeksi Mata Luar RSUP. Sardjito, Suhardjo, di Yogyakarta, Kamis (25/4/2019).

Lanjut Suhardjo, kebutaan kornea juga dapat disebabkan oleh kondisi non infeksi, seperti kekeruhan kornea akibat adanya faktor bawaan ataupun kelainan bentuk kelengkungan kornea dengan dengan silinder sangat tinggi diatas 4 doptri.

Ia mengungkapkan, infeksi kornea seringkali diawali dengan infeksi kornea yang berat, yang ditandai dengan peluruhan kornea yang luas dan adanya nanah pada bilik mata depan. Bahkan, lanjut dia, terkadang kornea yang terinfeksi tersebut hampir jebol.

"Kondisi seperti itu adalah kondisi gawat darurat yang harus segera dilakukan tata laksana secara edukuat," ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, kebutaan juga dapat disebabkan adanya penyakit-penyakit infeksi pada mata bagian dalam (uveitis), baik karena infeksi bakteri, virus, maupun faktor bawaan yang seringkali terjadi dengan kelainan-kelainan tubuh yang lain.

Salah satu cara untuk mengantisipasi semua itu yakni adanya kesadaran tinggi berupa edukatif bagi masyarakat itu sendiri untuk segera mengobati jika terjadi kelainan pada kornea atau penurunan tajam pada penglihatan.

"Perlu kesadaran tinggi untuk berobat ke dokter, melalui edukasi preventif dan pengenalan kesehatan serta deteksi dinj penyakit, sebab hal itu menjadi investasi untuk kesehatan," paparnya.

Guna memberikan informasi kesehatan pada mata, RSUP Sarsdjito berinsiatif melaksanakan simposium Indonesian Ocular Infection and Immunology Society (INOIIS) ke-7 yang akan diselenggarakan pada Sabtu (27/04) di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta.

Simposium yang bertemakan 'Raising Awarness on Corneal and Uveal Blindness' akan menghadirkan pakar kornea dan infeksi mata luar, Dr. Leena Bajracharya dan pakar Uveitis, Dr. Anu Munandar dari Kathmandu, Nepal. Serta seluruh pakar infeksi mata luar serluruh Indonesia. (ken/adn)