Ini Penyebab Ribuan Ikan di Laguna Pantai Trisik Mati

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo menduga kematian ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Senin (10/6/2019) kemarin memang disebabkan oleh limbah Tambak udang yang banyak terdapat di tempat tersebut.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil DKP Kulon Progo, Sugiharto mengakui, para petambak udang di Pantai Trisik memang belum menerapkan pengolahan limbah secara profesional. Para petambak udang ini belum memperlakukan limbah dari tambak ini dengan baik dan benar.
Selama ini, para petambak udang di Pantai Trisik langsung membuang limbah mereka ke Laguna Pantai. Akibatnya, limbah-limbah tambak berkumpul di Laguna. Terlebih ketika musim kemarau seperti sekarang ini, limbah-limbah tersebut tidak bisa terbuang ke laut akibat debit airnya menyusut.
"Nah karena debit air kecil maka residunya semakin kuat," tuturnya, Selasa (11/6/2019).
Akibat terlalu banyak limbah di Laguna Pantai tempat habitat ikan nila hidup, maka kandungan amonia juga kian banyak. Hal ini tentu berbahaya bagi kehidupan biota di Laguna tersebut terutama ikan nila yang memang daya tahannya tak begitu kuat.
Karena terlalu banyak amonia dalam air di Laguna, ikan-ikan tersebut mati secara bersamaan. Kejadian tersebut berlangsung cukup cepat, sehingga dalam semalam, ribuan ikan nila di Laguna tersebut mati.
"Ya kondisinya seperti itu. Untuk mengantisipasinya, memang harus ada sirkulasi air yang bagus,"tambahnya.
Kepala Seksi Kesehatan Ikan dan Lingkungan DKP Kulon Progo, Siti Khoiriyah mengakui jika kondisi air di Laguna Pantai Trisik memang sudah tidak baik lagi. Berdasarkan uji laboratorium, kondisi air di Laguna tersebut mengandung PH yang cukup tinggi.
"Kita teliti PHnya mencapai 9,33. Jauh di atas ambang normal 7,"ujarnya. (erl/adn)
