Konten Media Partner

Jadi Episentrum Penularan COVID-19, 5 Pasar Tradisional di Temanggung Ditutup

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi suasana pasar tradisional. Foto: ANTARA Foto.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suasana pasar tradisional. Foto: ANTARA Foto.

Hingga Jumat (12/6/2020) malam, kasus COVID-19 di Kabupaten Temanggung terus mengalami lonjakan drastis hingga mencapai angka 201. Jumlah tersebut menjadikan Temanggung bertengger diperingkat kedua tertinggi se-Jawa Tengah setelah Kota Semarang. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung penularan terbanyak berasal dari klaster 5 pasar tradisional, sehingga akan dilakukan penutupan sementara.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, berdasar hal tersebut, dan setelah dilakukan rapat evaluasi akan diambil kebijakan menutup sementara 5 pasar tradisional yang menjadi episentrum penularan COVID-19. Menurutnya, perlu dilakukan penataan ulang pasar tradisional, supaya ke depan tidak menjadi episentrum penularan COVID-19.

"Dalam beberapa hari ke depan pasar-pasar yang menjadi episentrum akan kita lakukan disinfeksi. Pasar akan kita tutup atau kita liburkan sementara misalnya 2 hari untuk dilakukan penataan ulang. Kepada para pedagang yang sementara tidak bisa berdagang kami mohon pengertiannya demi kepentingan bersama supaya tidak menjadi pusat penyebaran virus, sebab kalau tidak aman pedagang sendiri yang akan rugi karena pembeli juga tidak berani datang" katanya, Jumat (12/6/2020).

Disebutkan, 5 pasar tradisional di Kabupaten Temanggung yang sangat signifikan menjadi episentrum penularan, yakni Pasar Ngadirejo (16 kasus), Pasar Gemawang (15 kasus), Pasar Gondang Menggora Tembarak (10 kasus), Pasar Jumo (8), dan Pasar Kandangan (4). Lalu ada beberapa pasar yang menjadi episentrum penyebaran meski angkanya kecil, yakni Pasar Kranggan Bawah (3 kasus), dan Pasar Temanggung (2 kasus).

"Penataan ulang agar para pedagang tidak terlalu berdekatan, pengunjung tidak berdesak-desakan. Akan memanfaatkan pula free public space di sekitar pasar seperti tempat parkir, sehingga nanti ada pedagang yang sebagian akan ditempatkan di luar pasar. Dengan demikian, proses jual beli tetap bisa berlangsung akan tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,"katanya.

Dikatakan Khdziq, pada saat peliburan pasar itu juga akan dimanfaatkan untuk konsolidasi selanjutnya bagaimana penataan pintu masuk dan keluar supaya lebih aman. Misal dilakukan pemeriksaan untuk setiap pengunjung dan harus pakai masker, diperiksa oleh tenaga medis apabila suhu tinggi tidak diperbolehkan masuk.

Disebutkan, penataan pasar sesuai jadwal Pasar Ngadirejo akan dilakukan persiapan dan sosialisasi tanggal 13-16 Juni dan ditutup tanggal 17,18,19 selanjutnya tanggal 20 beroperasi normal sesuai protokol COVID-19. Pasar Kandangan persiapan, sosialisasi tanggal 13-16 Juni, ditutup 17,18 Juni dan dibuka kembali 19 Juni.

Sedangkan Pasar Tembarak persiapan, sosialisasi tanggal 13, 18 Juni, ditutup tanggal 19,20,21 Juni dibuka kembali 22 Juni 2020, Pasar Gemawang sosialisasi tanggal 12,14 Juni ditutup 15,18 dan tanggal 19 Juni mulai beroperasi kembali. Pasar Jumo sosialisasi dan persiapannya akan dilaksanakan tanggal 13,14 ditutup 15,16,17 dibuka kembali 18 Juni 2020. (ari)