Konten Media Partner

Jokowi: Indonesia Negara Ekonomi Terkuat ke-4 Dunia di Tahun 2045

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi: Indonesia Negara Ekonomi Terkuat ke-4 Dunia di Tahun 2045
zoom-in-whitePerbesar

Presiden Joko Widodo atau Jokowi optimis Indonesia bakal menjadi negara dengan perekonomian terkuat nomor 4 di dunia pada tahun 2045 mendatang. Prediksi itu menurut Jokowi berdasarkan hasil hitung-hitungan sejumlah lembaga keuangan. Mulai dari IMF, Bank Dunia, McKinsey & Company, juga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Dari kalkulasi dan hitung-hitungan berbagai lembaga itu, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa seperti ini terus sampai 2045, kita akan jadi negara dengan ekonomi terkuat nomor 4 dunia," ujar Jokowi saat menghadiri Kongres Nasional Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma di Yogya Rabu 29 Agustus 2018.

Jokowi menambahkan saat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terkuat nomor 4 dunia itu, income atau pendapatan perkapita Indonesia saat itu akan tercapai hingga 29.000 US Dollar.

"Tapi cita cita ini ngga mungkin tercapai kalau kita maunya instan, malas-malasan, tidak disiplin tinggi dan tidak produktif, karena semua kuncinya di situ," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, untuk mencapai Indonesia emas 2045 itu masih ada hal-hal fundamental dan mendasar yang perlu diselesaikan sebagai dukungan untuk meraih impian pertunbuhan ekonomi yang tinggi itu.

"Hal fundamental itu pertama menyelesaikan infrastruktur, dan kedua investasi bidang sumber daya manusia, tak ada yang lain, ini basic sekali kalau kita mau bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Jokowi mencontohkan, saat ini biaya pengiriman logistik Indonesia dua kali lebih mahal dibanding biaya di Malaysia juga Singapura. Mahalnya biaya logistik itu, ujar Jokowi, karena banyak pelabuhan, bandara, juga jalan-jalan di Indonesia yang belum siap.

"Masih ada ketimpangan infrastruktur di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur," ujarnya.

Jokowi mencontohkan suatu jalan di Papua yang jauh dari layak. Dengan jarak hanya 102 kilometer, namun waktu tempuhnya bisa mencapai 2-4 hari. Beda kondisinya dengan di Jawa, jarak jalan sepanjang itu bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam.

"Sampai beras di Papua kalau di bawa dari satu kota ke kota lain ongkosnya bisa 20-30 kali lipat, gimana mau bersaing kalau seperti itu," ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi mengakui jika dimasa pemerintahannya ia sangat getol membangun infrastruktur agar ketimpangan antar pulau Indonesia tak separah sebelumnya. (atx/fra)