Konten Media Partner

JPW Kecam Aksi Penganiayaan yang Tewaskan Suporter PSS Sleman

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penganiayaan. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penganiayaan. Foto: Tugu Jogja

Seorang suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putranda, tewas usai menonton pertandingan antara PSS Sleman vs Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (27/8/2022). Ia jadi korban penganiayaan sejumlah orang di Meijing Kidul, Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Jogja Police Watch (JPW) mengutuk aksi yang tewaskan suporter PSS Sleman itu. Dikabarkan, Polres Sleman telah amankan sejumlah terduga pelaku penganiayaan.

"JPW berharap para pelaku bisa dihukum setimpal dan kejadian memalukan serta mengecewakan ini tidak terulang kembali," ujar Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, Senin (29/8/2022).

kumparan post embed

Ia pun menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya, hal ini menambah jumlah suporter sepak bola di Indonesia yang meninggal dunia karena penganiayaan.

Pihaknya berharap tidak ada korban lagi setelah Aditya Eka Putranda. Ia bahkan menyebutkan lebih baik tak ada liga apabila harus mengorbankan nyawa.

"Lebih baik tidak ada liga sepakbola bila harus mengorbankan nyawa manusia (korban terus berjatuhan) karena tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia," tegasnya.

Pihaknya meminta agar ada evaluasi terkait dengan pertandingan sepak bola itu. Pasalnya, pertandingan di malam hari beresiko dengan terjadinya tindakan kriminal

"Seluruhnya harus dievalusi secara tuntas termasuk penyelenggara karena pertandingan yang digelar malam hari sangat riskan terhadinya tindak kriminal termasuk kekerasan berupa penganiayaan dijalanan," tutupnya.