Konten Media Partner

Jumlah Pendaftar Penerima BBM Subsidi di Temanggung Baru 7 Persen

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Tugu Jogja

Rencana pemerintah kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah ramai diperbincangkan. Beberapa waktu lalu, masyarakat diminta untuk mendaftarkan diri di website subsidi tepat guna mendapatkan subsidi BBM. Kendati demikian sampai saat ini pendaftar di Kabupaten Temanggung sendiri baru mencapai angka 7 persen.

"Dari data yang ada sejauh ini untuk Kabupaten Temanggung, konsumen yang mendaftarkan kendaraannya termasuk bus dan truk (di luar roda dua) baru sekitar 7 persen atau di angka sekitar 2000-an kendaraan. Jadi masih banyak kendaraan yang belum didaftarkan," ujar Sales Branch Manager Pertamina Semarang Halina Pandu Ratri, dalam keterangan yang diterima Kamis (25/8/2022).

Lina menyebutkan, masih ada waktu bagi para pemilik kendaraan untuk mendaftar, sebelum pelaksanaan pembelian BBM bersubsidi itu menggunakan barcode. Menurut rencana pembelian menggunakan barcode akan mulai dilaksanakan pada tanggal 1 September 2022.

"Silakan daftar saja kalau ada kesulitan langsung datang saja ke SPBU, mintalah bantuan petugas di sana supaya dibantu pendatarannya. Maka bagi warga yang masih menggunakan bahan bakar bersubsidi dari pemerintah, yaitu pertalite dan solar agar segera mendatar," katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan dengan tujuan supaya BBM bersubsidi tersebut tepat sasaran. Jangan sampai orang-orang yang sebetulnya tidak berhak untuk mendapatkan barang subsidi malah bisa mendapatkannya dan sebaliknya masyarakat yang berhak untuk mendapatkan malah tidak dapat.

"Nanti kalau kebijakan sudah berjalan terkait subsidi tepat ini masyarakat diminta untuk membawa kendaraan yang sudah didaftarkan. Nanti dapat barcode dan barcode itu nanti dibawa tidak harus pakai telepon seluler, karena barcode boleh dicetak dan bisa digunakan transaksi,"katanya.

Dikatakan, untuk wilayah lain di Jawa Tengah, sejauh ini juga rata-rata baru terdatar 6 sampai 7 persen yang kendaraannya sudah didaftarkan untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Namun ada beberapa daerah yang sudah mencapai 10 persen, yakni Banjarnegara dan Kudus. (ari)